Momen 9 WNI yang Sempat Diculik Israel Tiba di Soetta, Disambut Gema Free Palestine
JAKARTA, iNews.id - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat diculik tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026) sore. Rombongan tampak keluar dari Terminal 3 Gate 2 kedatangan internasional pada pukul 16.37 WIB.
Berdasarkan pantauan iNews.id, sejumlah relawan dan sanak keluarga tampak lebih dulu memadati area Terminal 3 untuk menyambut kedatangan sembilan aktivis tersebut. Mereka membawa sejumlah atribut seperti bendera Palestina, poster, serta banner yang salah satunya bertuliskan Selamat Datang Pejuang Kemanusiaan.
Pekikan "Free, Free Palestine" dari relawan terdengar begitu kesembilan WNI terlihat memasuki area terminal bandara. Rombongan tampak dalam kondisi sehat dan berjalan kaki menghampiri awak media yang telah menunggu.
Mereka juga didampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono serta Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattari.
Sebelumnya, kesembilan WNI tersebut tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 yang berlayar membawa bantuan untuk Gaza. Dalam perjalanan misi itu, mereka sempat ditangkap otoritas Israel sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia.
Mereka mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 15.30 WIB setelah menempuh perjalanan dari Dubai, Uni Emirat Arab menuju Jakarta. Sebelumnya, mereka telah bertolak dari Istanbul, Turki menuju Dubai pada Sabtu (23/5/2026) malam.
Setelah transit di Dubai, mereka melanjutkan penerbangan ke Indonesia pada Minggu (24/5/2026) dini hari waktu Indonesia.
Mereka menjadi korban penangkapan oleh Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza.
Adapun sembilan WNI yang tergabung dalam misi tersebut yakni Herman Budianto Sudarsono (GPCI-Dompet Dhuafa), Ronggo Wirasanu (GPCI-Dompet Dhuafa), Andi Angga Prasadewa (GPCI-Rumah Zakat), Asad Aras Muhammad (GPCI-Spirit of Aqso), Hendro Prasetyo (GPCI-SMART 171), Bambang Noroyono (Republika), Thoudy Badai Rifan Billah (Republika), Andre Prasetyo Nugroho (Tempo), dan Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI).










