Nutrisi yang Tepat Bisa Tingkatkan Survival Pasien Kanker, Ini Kata Dokter

Nutrisi yang Tepat Bisa Tingkatkan Survival Pasien Kanker, Ini Kata Dokter

Gaya Hidup | inews | Minggu, 24 Mei 2026 - 16:18
share

JAKARTA, iNews.id - Dukungan nutrisi ternyata memiliki peran penting dalam pengobatan pasien kanker. Dokter menyebut, terapi nutrisi yang tepat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup hingga survival pasien kanker.

Dokter Spesialis Gizi Klinis dr Fiastuti Witjaksono, Sp.GK (K), menjelaskan, malnutrisi masih menjadi masalah besar yang sering dialami pasien kanker, baik sejak awal diagnosis maupun selama menjalani terapi. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan intervensi nutrisi dapat memberikan banyak manfaat bagi pasien.

"Benefit dari nutrition itu mulai dari reducing mortality, memperbaiki survival, nutritional status, physical functional, sampai tolerance pengobatan," ujar dr Fiastuti dalam sesi simposium bertajuk 'Supportive Care in Cancer' dalam Siloam Oncology Summit 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta, Minggu (24/5/2026). 

Dokter Spesialis Gizi Klinis dr Fiastuti Witjaksono, Sp.GK (K). (Foto: Muhammad Sukardi)

Dokter Fiastuti menjelaskan, pasien kanker membutuhkan pendekatan nutrisi yang spesifik, mulai dari kecukupan energi, protein, lemak, vitamin, hingga nutrisi khusus seperti omega-3 dan whey protein. Selain membantu menjaga massa otot dan berat badan, dukungan nutrisi juga dinilai dapat memperpendek lama rawat inap dan menurunkan biaya perawatan pasien.

Dalam salah satu meta-analisis yang dipaparkan, pasien kanker yang mendapatkan 'nutritional intervention' menunjukkan perbaikan berat badan, kualitas hidup, dan angka survival yang lebih baik dibanding pasien tanpa dukungan nutrisi optimal.

Karena itu, dokter menegaskan terapi kanker sebaiknya berjalan bersamaan dengan 'metabolic nutritional pathway' atau penanganan nutrisi, bukan dilakukan belakangan setelah kondisi pasien memburuk.

Lebih lanjut, dr Fiastuti menerangkan bahwa pasien kanker rentan mengalami penurunan berat badan dan kehilangan massa otot atau kaheksia. Kondisi ini dapat dipicu oleh inflamasi akibat kanker, efek samping pengobatan seperti kemoterapi, hingga penurunan nafsu makan karena depresi dan mual.

"Orang normal hanya membutuhkan protein sekitar 0,8 sampai 1,2 gram per kilogram berat badan per hari. Tetapi pasien kanker membutuhkan sekitar 1,2 sampai 1,5 gram, bahkan bisa sampai 2 gram per kilogram berat badan per hari," jelasnya.

Dokter juga menekankan pentingnya protein hewani selama pasien menjalani terapi kanker. Sebab, protein hewani dinilai memiliki kandungan asam amino yang lebih lengkap untuk membantu pembentukan massa otot.

"Selama terapi, pasien dianjurkan sekitar 65 persen proteinnya berasal dari protein hewani," katanya.

Selain protein, pasien kanker juga tetap membutuhkan karbohidrat dan lemak dalam jumlah cukup agar kebutuhan energi tubuh terpenuhi. 

Nutrisi yang tepat, kata dr Fiastuti, dapat membantu memperbaiki kualitas hidup, meningkatkan toleransi pengobatan, hingga memperpanjang survival pasien kanker.

Topik Menarik