Menkes Ingatkan Tutupi Batuk dengan Telapak Tangan Itu Salah Besar, Ini Alasannya!

Menkes Ingatkan Tutupi Batuk dengan Telapak Tangan Itu Salah Besar, Ini Alasannya!

Gaya Hidup | inews | Minggu, 24 Mei 2026 - 13:38
share

JAKARTA, iNews.id – Kebiasaan menutup mulut menggunakan telapak tangan saat batuk ternyata bukan cara yang tepat untuk mencegah penularan penyakit. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar mulai meninggalkan kebiasaan tersebut.

Dalam unggahan video edukasi di Instagram, Menkes Budi menjelaskan, tangan yang digunakan untuk menutup batuk dapat menjadi media penyebaran kuman. Pasalnya, setelah batuk seseorang akan tetap menggunakan tangan untuk beraktivitas, seperti memegang gagang pintu, telepon genggam, hingga bersalaman dengan orang lain.

"Kalau kamu batuk masih nutup pakai telapak tangan, berhenti. Itu salah," ujar Budi, dikutip Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, bakteri maupun virus yang menempel di tangan bisa berpindah ke berbagai permukaan benda dan meningkatkan risiko penularan penyakit kepada orang lain. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan etika batuk yang benar demi menjaga kesehatan bersama.

Lantas, bagaimana etika batuk yang benar? 

Menkes menjelaskan, cara paling aman saat batuk adalah menutup mulut menggunakan bagian dalam siku. Cara ini dinilai lebih efektif karena area siku jarang bersentuhan langsung dengan benda atau orang lain dibandingkan telapak tangan.

Selain menggunakan siku, masyarakat juga dianjurkan memakai tisu sekali pakai untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin. Setelah digunakan, tisu harus segera dibuang ke tempat sampah dan tidak disimpan kembali di saku maupun tas.

"Yang benar itu tutupnya pakai siku atau pakai tisu sekali pakai. Setelah dipakai langsung dibuang," jelasnya.

Tak hanya itu, Menkes juga mengingatkan pentingnya menggunakan masker saat sedang flu atau batuk, terutama ketika tetap harus beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker dapat membantu menekan penyebaran droplet yang membawa virus maupun bakteri.

Ia turut menekankan pentingnya menjaga sirkulasi udara di rumah agar kualitas udara tetap baik dan risiko penularan penyakit menurun. Membuka jendela secara rutin agar sinar matahari dan udara segar masuk dinilai menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan keluarga.

"Kalau tetap harus kerja, pakailah masker. Di rumah juga penting ada ventilasi dan jendela supaya udara dari luar bisa masuk," saran Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Topik Menarik