Pertamina soal Viral Pembelian Pertalite Dibatasi Mulai 1 Juni: Tidak Benar

Pertamina soal Viral Pembelian Pertalite Dibatasi Mulai 1 Juni: Tidak Benar

Terkini | inews | Minggu, 24 Mei 2026 - 08:37
share

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memastikan viral larangan kendaraan merek tertentu untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite mulai 1 Juni 2026 merupakan kabar bohong atau hoaks.

Menurut Sekretaris Perusahaan PPN, Roberth MV Dumatubun, hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan instruksi maupun rencana resmi terkait pembatasan distribusi Pertalite untuk beberapa jenis merek atau kapasitas mesin kendaraan tertentu.

“Informasi mengenai daftar merek kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari pemerintah dan regulator,” ucap Roberth dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (24/5/2026).

Saat ini, kata Roberth, operasional distribusi serta layanan penyaluran Pertalite di lapangan masih berjalan normal seperti biasanya. Ia menekankan program subsidi tepat yang saat ini sedang diimplementasikan perusahaan sama sekali tidak berkaitan dengan daftar kendaraan tertentu yang dilarang membeli BBM.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi,” ungkapnya.

Sebelumnya, ramai peredaran foto yang memuat daftar kendaraan yang diklaim akan dilarang menggunakan Pertalite per awal Juni mendatang. 

Dalam narasi foto tersebut, pembatasan dikabarkan akan menyasar kendaraan berdasarkan merek dan kapasitas mesinnya.

Untuk meluruskan pemahaman publik, kebijakan pembatasan pembelian BBM bersubsidi yang selama ini diberlakukan oleh pemerintah sebenarnya berfokus pada volume pembelian harian, baik yang diawasi langsung oleh pemerintah maupun melalui teknis operator di SPBU.

Salah satu acuan regulasinya adalah Surat Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026 yang telah efektif sejak 1 April 2026. Aturan tersebut menetapkan bahwa pembelian Solar subsidi bagi mobil pribadi dibatasi maksimal 50 liter per hari, sedangkan untuk angkutan umum roda empat dijatah maksimal 80 liter per hari.

Adapun untuk kendaraan angkutan umum roda enam atau lebih, batas maksimal pembelian ditetapkan sebanyak 200 liter per hari, sementara kendaraan untuk layanan publik diberikan jatah maksimal 50 liter per hari.

Ketentuan pembatasan volume harian ini juga berlaku bagi BBM jenis Pertalite (RON 90). Dalam beleid tersebut, kendaraan roda empat pribadi maupun angkutan umum hanya diperbolehkan membeli maksimal 50 liter per hari per kendaraan. Batasan serupa juga diterapkan untuk kendaraan layanan publik dengan kuota maksimal yang sama, yakni 50 liter per hari.

Topik Menarik