Teror Maut Jelang Pemilu, 2 Juru Kampanye Capres di Kolombia Tewas Ditembak

Teror Maut Jelang Pemilu, 2 Juru Kampanye Capres di Kolombia Tewas Ditembak

Berita Utama | inews | Minggu, 17 Mei 2026 - 12:23
share

BOGOTA, iNews.id - Dua staf atau juru kampanye calon presiden Kolombia tewas ditembak menjelang pemilihan presiden yang akan digelar pada 31 Mei 2026. Insiden itu terjadi di wilayah Meta, Kolombia tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam waktu setempat.

Seperti dilansir dari Aljazeera, kabar kematian keduanya diumumkan oleh kandidat presiden sayap kanan, Abelardo de la Espriella. Dia mengatakan, para korban ditembak oleh pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor.

Dalam unggahan di platform X, de la Espriella menyebut kedua stafnya adalah pembela demokrasi dan kebebasan rakyat Kolombia.

“Satu-satunya kesalahan mereka adalah percaya pada tanah air dan tidak tunduk kepada kekerasan,” tulisnya.

Kedua korban yakni Rogers Mauricio Devia Escoba, mantan wali kota Cubarral, dan penasihatnya Eder Fabian Cardona Lopez. Ombudsman Kolombia juga mengungkap adanya serangan lain terhadap mantan calon wali kota di wilayah yang sama.

Pihak Ombudsman memperingatkan, rangkaian kekerasan ini dapat memengaruhi pelaksanaan hak politik dan partisipasi demokrasi dalam pemilu mendatang.

Wilayah Meta selama ini dikenal sebagai basis kelompok pemberontak dan perdagangan kokain di Kolombia. Isu kekerasan dan meningkatnya kriminalitas pun menjadi perhatian utama dalam pemilihan presiden untuk menentukan pengganti Presiden Gustavo Petro, pemimpin berhaluan kiri pertama di negara tersebut.

Dalam persaingan menuju kursi presiden, senator sayap kiri Ivan Cepeda saat ini menjadi kandidat terdepan dengan dukungan sekitar 37 hingga 40 persen pemilih. Sementara Abelardo de la Espriella berada di posisi kedua dengan dukungan lebih dari 20 persen, diikuti senator berhaluan kanan-tengah, Paloma Valencia.

Menjelang pemilu, sedikitnya tiga kandidat presiden dilaporkan menerima ancaman pembunuhan. Para kandidat kini dikawal ketat aparat keamanan.

Situasi keamanan politik di Kolombia juga sempat memanas setelah senator sekaligus bakal calon presiden Miguel Uribe ditembak saat kampanye di Bogota pada Juni 2025 dan meninggal dunia dua bulan kemudian.

Topik Menarik