Prabowo Minta Bunga PNM di Bawah 9 Persen, Ini Respons Purbaya
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan upaya pemerintah untuk peningkatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan beban bunga seminimal mungkin bagi masyarakat. Respons ini menyusul keinginan Presiden Prabowo Subianto yang memangkas suku bunga kredit ultra mikro di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hingga di bawah 9 persen.
Purbaya memastikan akan ada diskresi keuangan ke depan untuk memfasilitasi kebijakan kredit dari presiden.
"Subsidi, cuma digeser sebagian dari KUR ke sana. Mungkin juga bisa tambah, tapi langkah pertama adalah memastikan yang super mikro tadi bisa dapat bunga yang rendah di bawah 9 persen," kata Purbaya di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, dikutip Kamis (14/5/2026).
Meski begitu, Purbaya belum bisa membeberkan berapa alokasi anggaran dan efisiensi dari institusi terkait atau perbankan. Bendahara Negara menekankan pembahasan angggaran bakal melibatkan Danantara.
"Nanti kita serahkan ke Danantara. Mereka sedang hitung nanti. Rencana Pak Presiden yang baru dan Danantara. Di bawah 9 persen, kayaknya ke 8 persen," kata Purbaya.
Diketahui, Prabowo menitikberatkan tingginya bunga kredit bagi nasabah PNM Mekaar yang tembus 24 persen untuk pinjaman supermikro dari nominal Rp2 juta hingga Rp10 juta.
“Suku bunga dalam program Permodalan Nasional Madani Mekar itu yang kredit supermikro, kredit supermikro Rp2 juta, Rp3 juta, Rp5 juta, Rp10 juta rupiah, mereka dikenakan bunga 24 persen,” ujar Prabowo dalam Acara Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
"Bayangkan, orang kaya dikasih 9 persen. Orang miskin 24 persen. Ini negara Pancasila, atau apa, saya ndak paham," imbuhnya.










