Heboh Isu Orang Dalam di Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih, Wamenkop: Dijamin Tak Ada Titipan

Heboh Isu Orang Dalam di Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih, Wamenkop: Dijamin Tak Ada Titipan

Berita Utama | inews | Jum'at, 8 Mei 2026 - 14:38
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah merespons isu soal adanya dugaan pengkondisian hasil ujian kandidat manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sebab, heboh di media sosial peserta ujian yang mengaku jawabannya tiba-tiba berubah otomatis di sistem ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT).

"Sehingga, beredar narasi soal seleksi ujian manajer koperasi merah putih dapat menguntungkan beberapa pihak peserta yang memiliki koneksi dengan birokrasi. Nggak, nggak ada (orang dalam). Dijamin tidak ada titipan. Kalaupun kemudian ada masyarakat yang seolah-olah ada titipan dengan membayar sekian, sudah pasti itu adalah penipuan," kata Farida dalam jumpa pers di kantor Kemenkop, Jumat (8/5/2026).

Farida menegaskan masalah di sistem CAT dalam rekrutmen manajer koperasi yang beredar telah diurus oleh Kementerian dan pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN). Secara birokrasi dan teknis, rekrutmen jabatan ini sebenarnya menjadi domain BKN, seiring tes menggunakan fasilitas kantor regional BKN yang tersebar di puluhan provinsi. 

"Kami tentu saja bagian dari panselnas itu mengkoordinasikan tadi yang laporan-laporan dari media sosial sudah kami koordinasikan dengan BKN dan juga panselnas di bawah PNRB. Hasilnya adalah itu tadi, klarifikasi dan penjelasan dari BKN," sambungnya.

Sebelumnya, ramai di media sosial terkait pelaksanaan ujian berbasis mekanisme CAT untuk seleksi manajer Kopdes Merah Putih yang diduga gangguan teknis. Dalam unggahan video beredar, ada seorang peserta yang baru saja menyelesaikan ujian, dan mengaku jawaban yang dipilihnya mendadak diubah oleh sistem.

Perlu diketahui, terdapat sebanyak 639.732 orang yang melamar hingga penutupan rekrutmen pada 25 April 2026 lalu. Sebanyak 483.648 orang dinyatakan lolos tahap awal. Saat ini proses seleksi telah memasuki tahap tes kompetensi yang berlangsung pada 3 hingga 12 Mei 2026. 

Ujian dilakukan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dengan metode yang digunakan sama dengan seleksi aparatur sipil negara (ASN) yang digelar di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia.

Mereka yang lolos menjadi manajer akan lebih dulu menjalani kontrak selama dua tahun di bawah supervisi BUMN Agrinas, dan mengikuti standar gaji maupun fasilitas sesuai pegawai perusahaan pelat merah. 
Hanya saja, sampai sekarang, belum ada kepastian soal berapa nominal gaji, seiring Kementerian Keuangan, yang masih menggodok alokasi anggarannya.

Topik Menarik