Prabowo Ingatkan Pentingnya Perdamaian, Singgung Kondisi Lebanon hingga Iran
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya menjaga perdamaian. Ia pun menyinggung kondisi yang masih terjadi di sejumlah negara seperti di Lebanon, Afghanistan, hingga Iran.
“Perdamaian sangat mahal. Lihat berita tiap hari. Lihat berita tiap hari. Lebanon, Sudan, Somalia, Yaman, Lebanon, Irak, Afghanistan, Balochistan. Mana negara yang tidak perang? Iran. Mana negara yang tidak perang? Kita jaga bangsa kita. Jaga bangsa kita,” kata Prabowo saat menghadiri acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026).
Prabowo pada kesempatan itu juga mengingatkan perang yang terjadi di berbagai negara akan berdampak kepada Indonesia. Seperti ketika pecah perang dunia II, Indonesia pun terdampak. Bahkan, saat ini perang yang terjadi di Ukraina pun Indonesia terdampak seperti adanya kenaikan harga-harga gandum hingga minyak.
“Apa yang terjadi Ukraina berpengaruh pada kita. Terjadi perang di Ukraina berpengaruh kepada harga jagung, harga gandum, harga minyak. Apalagi perang lagi, di Gaza. Apalagi perang lagi di Teluk Persia, Iran lawan Amerika Israel,” paparnya.
Oleh karena itu, Prabowo mengingatkan kebangkitan suatu bangsa perlu kerja keras. Dia mengatakan apa yang telah dipelajari dari sejarah tentang perkembangan dunia, satu-satunya jalan menuju kebangkitan suatu bangsa yang berhasil adalah nasionalisme, cinta tanah air, dan persatuan nasional.
“Dan hari ini dipahami dimengerti oleh negara-negara besar oleh negara-negara yang ingin jadi hegemon karena ini adalah sifat manusia, semakin besar semakin kuat, semakin ingin dominasi, semakin ingin menguasai,” katanya.
Lebih lanjut, Prabowo memaparkan sejarah mencatat kebangkitan sebuah bangsa hanya bisa dicapai melalui nasionalisme yang kuat, cinta tanah air, dan persatuan nasional. Ia memperingatkan adanya ambisi negara-negara besar atau hegemon yang selalu ingin mendominasi dan menguasai kekayaan alam (resources) negara lain.
“Dan apa yang ingin dikuasai yang ingin dikuasai adalah kekayaan, resources, resources. Kekuatan-kekuatan besar dunia pada saat itu datang ke Nusantara ini, ratusan tahun yang lalu, karena apa? Karena Nusantara kaya, mereka datang ke sini mencari dan ingin menguasai kekayaan. Ingin menguasai. Dari mana mereka kuasai dari menguasai rantai perdagangan dan menguasai fisik sumber-sumber kekayaan tersebut,” katanya.
Terkait agenda hilirisasi yang sedang dijalankan pemerintah, Ia menegaskan bahwa keberanian mengelola sumber daya sendiri adalah kunci agar Indonesia tidak terus terperangkap dalam kemiskinan.
“Bangsa yang mau merdeka, bangsa yang ingin tetap merdeka adalah bangsa yang mampu dan berani, atau saya, saya ulangi harus berani dulu baru mampu yang berani dan mampu menguasai sumber daya bangsa itu. Bangsa diberi karunia Tuhan luar biasa, bangsa itu tidak mampu dan tidak berani akan miskin terus,” ujarnya.









