Taksi Listrik Green SM Jadi Sorotan Publik usai Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Taksi Listrik Green SM Jadi Sorotan Publik usai Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Terkini | inews | Selasa, 28 April 2026 - 13:59
share

JAKARTA, iNews.id – Taksi listrik Green SM mendadak menjadi perhatian publik setelah terlibat dalam insiden kecelakaan kereta di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam. Peristiwa tragis ini menimbulkan korban jiwa dan luka, sekaligus memicu diskusi luas terkait keselamatan transportasi modern berbasis listrik.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), insiden bermula saat rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang menabrak taksi listrik Green SM yang mengalami mogok di perlintasan sebidang Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85 di wilayah Bulak Kapal. Kendaraan tersebut berhenti tepat di tengah rel, sehingga tidak sempat dievakuasi sebelum kereta melintas.

Akibat kejadian itu, rangkaian KRL harus dihentikan operasionalnya dan kemudian ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181. Status ini diberikan karena kereta berhenti berdinas dan melanjutkan perjalanan di luar jadwal reguler.

Dampak insiden tidak berhenti di situ. Petugas juga menghentikan satu rangkaian KRL lain berkode PLB 5568 yang menuju Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya dan terlibat tabrakan dengan KRL yang tengah berhenti.

Kecelakaan besar pun tidak terhindarkan. Data sementara mencatat sebanyak 14 orang meninggal dunia, dan 84 lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan transportasi yang menyita perhatian luas dalam beberapa waktu terakhir.

Sorotan kemudian mengarah pada taksi listrik Green SM, yang dikenal sebagai layanan transportasi berbasis kendaraan listrik penuh. Armada yang digunakan berasal dari produksi VinFast, dengan model seperti VF e34 dan VF 5 yang dirancang khusus untuk mobilitas perkotaan.

Keunggulan utama armada ini terletak pada operasional tanpa emisi gas buang. Selain itu, kendaraan ini tidak menghasilkan bau bahan bakar seperti mobil konvensional, sehingga dinilai lebih ramah lingkungan dan nyaman digunakan di kota besar. Ciri khas warna hijau tosca juga membuatnya mudah dikenali di jalan.

Green SM sendiri merupakan bagian dari perusahaan mobilitas asal Vietnam, Green and Smart Mobility. Perusahaan ini didirikan oleh Pham Nhat Vuong, yang juga dikenal sebagai tokoh di balik konglomerasi Vingroup.

Sejak pertama kali diluncurkan di Hanoi pada April 2023, layanan ini membawa misi besar mempercepat penggunaan transportasi ramah lingkungan. Warna cyan yang diusung menjadi simbol komitmen terhadap mobilitas hijau berkelanjutan.

Di Indonesia, layanan ini mulai beroperasi pada akhir 2024 dengan target ekspansi yang cukup ambisius. Perusahaan menargetkan hingga 10.000 unit armada beroperasi pada 2025 dan meningkat menjadi 20.000 unit pada 2028 melalui berbagai kerja sama strategis.

Meski menawarkan solusi transportasi modern, insiden di Bekasi Timur menjadi catatan penting dalam pengembangannya. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional, kesiapan kendaraan dalam kondisi darurat, hingga faktor keselamatan di perlintasan sebidang kini menjadi perhatian utama.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi transportasi harus diimbangi dengan peningkatan aspek keselamatan. Integrasi antara kendaraan, sistem kontrol, dan infrastruktur dinilai menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Dari sisi spesifikasi, mobil listrik VinFast VF e34 dibekali baterai Lithium Ferro-Phosphate berkapasitas 41,9 kWh dengan jarak tempuh sekitar 277 hingga 318 kilometer dalam satu kali pengisian daya. Kendaraan ini memiliki tenaga hingga 110–149 hp dengan torsi 242 Nm, serta dimensi yang cukup ideal untuk penggunaan di perkotaan.

Sementara itu, VF 5 hadir sebagai mobil listrik kompak yang lebih ringkas. Kendaraan ini menggunakan motor listrik 70 kW atau setara 94 hp dengan torsi 135 Nm, serta baterai berkapasitas 29,6 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 260 kilometer.

Salah satu keunggulan VF 5 terletak pada kemampuan pengisian daya cepat. Dalam waktu sekitar 30 hingga 34 menit, baterai dapat terisi dari 10 persen hingga 70 persen, menjadikannya praktis untuk operasional harian.

Insiden tragis ini menjadi perhatian karena kendaraan listrik yang dikenal canggih justru mengalami kendala di titik krusial. Hal tersebut membuka ruang evaluasi besar, baik dari sisi teknologi kendaraan maupun kesiapan sistem keselamatan di lapangan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Topik Menarik