Situasi Memanas! Iran Tembak Kapal yang Lintasi Selat Hormuz

Situasi Memanas! Iran Tembak Kapal yang Lintasi Selat Hormuz

Terkini | inews | Minggu, 19 April 2026 - 09:59
share

TEHERAN, iNews.id - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dilaporkan menembak kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi global. Insiden ini terjadi di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Seperti dilansir dari New York Post, pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) menembaki sedikitnya dua kapal tanker atau kapal dagang yang mencoba melintas di perairan dekat Oman. Aksi tersebut memaksa beberapa kapal berbalik arah.

Kapal tanker beserta seluruh awaknya dilaporkan selamat.

Penembakan ini terjadi setelah Iran kembali menyatakan penutupan Selat Hormuz, sebagai respons atas blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat.

Bahkan, Iran memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas tanpa izin dapat menjadi target militer.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada stabilitas pasokan energi global.

Sebelumnya diberitakan, Iran menegaskan akan terus memblokade Selat Hormuz sampai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat dicapai. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Sabtu (18/4/2025), memberlakukan kembali pembatasan di Selat Hormuz setelah pada Jumat membukanya secara penuh untuk kapal-kapal komersial.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan akan terus memantau lalu lintas kapal di Selat Hormuz sampai perang melawan AS berakhir sepenuhnya dan perdamaian abadi dicapai.

Selain itu Dewan sedang mempertimbangkan untuk memasukkan blokade AS terhadap kapal-kapal yang berlabuh di pelabuhan Iran sebagai pelanggaran atas kesepakatan gencatan senjata.

"Selama Amerika Serikat menghalangi lalu lintas kapal, menggunakan metode seperti blokade maritim, Iran akan menganggap ini sebagai pelanggaran rezim gencatan senjata dan juga akan menghambat pembukaan kembali Selat Hormuz secara terbatas," bunyi pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, seperti dilaporkan kantor berita Tasnim, Minggu (19/4/2026).

Topik Menarik