Tren Ngopi Kekinian Picu Risiko Diabetes? Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id - Minum kopi sudah menjadi bagian dari 'daily routine' sebagian besar anak muda zaman sekarang. Memulai hari tanpa kopi dianggap kurang afdol, dan ini memicu berjamurnya kedai kopi kekinian di seluruh Indonesia.
Di balik tren tersebut, Ahli Penyakit Diabetes Prof Yunir memperingati adanya risiko diabetes. Terlebih, kasus diabetes saat ini sudah semakin banyak menyerang anak muda.
"Sudah ada pasien diabetes tipe 2 usianya 18 tahun," kata Prof Yunir dalam acara media discussion bertajuk 'Kalbe Dukung Kolaborasi Strategis Penanganan Diabetes di Indonesia' di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026).
Menurut Prof Yunir yang juga Ketua Umum Pengurus Besar PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), salah satu penyebab anak muda didiagnosis diabetes adalah kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis tidak secara bijak. Ya, salah satunya kebiasaan ngopi kekinian.
Padahal, kata Prof Yunir, kebanyakan kopi kekinian yang ada di pasaran itu mengandung gula yang cukup tinggi.
"Satu gelas kopi kekinian itu sudah mencukupi 50 kebutuhan gula harian. Kalau minum 2 gelas, ya, sudah cukup gulanya, tapi kenyataannya kan banyak sumber gula lain yang dikonsumsi dalam sehari," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Menurutnya, kopi kekinian itu jika dikonsumsi secara tidak bijak, bisa menjadi sumber peningkatan gula dalam tubuh.
"Kopi yang tidak ada gulanya seperti kopi hitam, itu lebih sehat. Tapi, kopi kekinian yang sudah banyak tambahannya, itu banyak gulanya," ungkap Siti Nadia.
"Dan mirisnya lagi, di coffee shop itu juga ada camilan, yang umumnya manis juga. Jadi sumber gula lainnya. Sudah minum kopi manis, ngemil manis, kebiasaan lainnya adalah duduk lama di coffee shop, ini semua memicu masalah diabetes," tambahnya.
Jadi, Siti Nadia mengingatkan kepada masyarakat agar lebih bijak mengonsumsi makanan dan minuman manis. Jika tidak mengontrolnya dengan benar, risiko masalah kesehatan, salah satunya diabetes, bisa meningkat.










