AS Kirim 6.000 Pasukan Tambahan ke Timur Tengah, Antisipasi Perang Lanjutan Lawan Iran
WASHINGTON, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) akan mengirim ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang, demikian laporan surat kabar The Washington Post, mengutip keterangan sumber pejabat keamanan. Pengerahan personel baru tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berlanjutnya perang setelah gencatan senjata berakhir.
Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan ingin terus menekan Iran untuk mencapai kesepakatan, sambil mempertimbangkan kemungkinan serangan lanjutan atau operasi darat jika gencatan senjata tidak diperpanjang
Sumber pejabat AS tersebut mengatakan, sekitar 6.000 pasukan tambahan dikirim ke Timur Tengah di bawah gugus tempur dipimpin kapal induk bertenaga nuklir USS George HW Bush. Sekitar 4.200 pasukan respons cepat dan Marinir diperkirakan akan tiba di Timur Tengah pada akhir bulan ini.
Arus Mudik Lebaran 2026 Sesuai Prediksi, Menhub Pastikan Penyeberangan Merak-Bakauheni Lancar
AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama 2 pekan sejak 7 April lalu. Selama gencatan senjata, kedua negara menggelar perundingan damai di Pakistan. Pertemuan putaran pertama pada 11-12 Apri lalu berlangsung buntu. Ada kemungkinan AS-Iran akan menggelar pertemuan putaran kedua pada akhir pekan atau pekan depan.
Presiden Donald Trump pada Selasa lalu bahkan mengatakan, negaranya akan kembali ke meja perundingan dengan Iran dalam 2 hari.
Selain itu Turki dan Mesir juga sedang mengupayakan perpanjangan gencatan senjata AS dan Iran.










