Gus Ipul: Jangan Ada Titipan hingga Sogok-Menyogok di Seleksi Sekolah Rakyat!

Gus Ipul: Jangan Ada Titipan hingga Sogok-Menyogok di Seleksi Sekolah Rakyat!

Terkini | inews | Senin, 13 April 2026 - 09:18
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan tidak boleh ada praktik suap dalam proses seleksi Sekolah Rakyat. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur pihak yang menawarkan jalur masuk dengan imbalan uang.

Menurutnya proses masuk sekolah rakyat dilakukan tanpa pendaftaran. Oleh karena itu, seleksi para calon siswa dilakukan selektif dan tidak ada proses penyuapan.

"Untuk itu tidak perlu masyarakat itu untuk apa ya katakanlah melakukan pendekatan, apalagi sampai mau membayar, itu adalah penipuan. Jadi tidak ada itu jadi ikuti saja proses yang ada karena Sekolah Rakyat ini adalah untuk keluarga yang paling tidak mampu," ucap Gue Ipul di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).

"Saya ingin sampaikan, jangan ada suap-menyuap, jangan ada titipan, jangan ada sogok-menyogok ya, jangan ada penyimpangan dalam proses seleksi Sekolah Rakyat," sambung dia.

Ia menjelaskan tahun ini Sekolah Rakyat diperkirakan menampung hingga 30.000 siswa. Jika ditambah dengan tahun lalu, tahun ini sekolah rakyat akan menampung 46.000 siswa.

"Kalau tahun lalu hampir 16.000 siswanya, diperkirakan tahun ini kita bisa mencapai sekitar 30.000 siswa. Jadi kalau 30.000 siswa ditambah sekitar hampir 16.000 maka tahun ini itu akan ada 46.000 siswa yang akan ikut proses pembelajaran di Sekolah Rakyat," ungkapnya.

Saat ini, kata Gus Ipul, pihaknya tengah melakukan seleksi guru dan tenaga pendidikan untuk pembelajaran tahun 2026-2027. Untuk siswanya, kata dia, tidak ada proses pendaftaran, melainkan penjangkauan.

"Jadi kita tidak ada membuka pendaftaran ya untuk siswa sekolah rakyat tapi penjangkauan, mereka keluarga-keluarga di desil satu desil dua yang ada di DTSEN, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional," ujar Gus Ipul.

Topik Menarik