Fantastis! Negara-Negara Arab Rugi Ribuan Triliun Rupiah akibat Perang AS-Israel Vs Iran
DUBAI, iNews.id - Perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran menimbulkan kerugian hampir 200 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.400 triliun dalam pertumbuhan ekonomi di seluruh Timur Tengah.
Hasil studi Program Pembangunan PBB (UNDP) tentang dampak ekonomi dan sosial bagi Timur Tengah yang dirilis pada akhir Maret mengungkap, negara-negara Arab berpotensi mengalami kerugian antara 120 miliar hingga 194 miliar dolar AS dari produk domestik bruto (PDB) akibat dari gangguan perang.
UNDP mempelajari sejumlah skenario untuk menentukan bagaimana konflik yang dimulai sejak 28 Februari itu bisa memengaruhi negara-negara di kawasan.
Para penulis laporan tersebut mengindikasikan, nilai kerugian bisa sangat besar, bahkan sekalipun perang telah berakhir dengan cepat.
“Eskalasi militer yang singkat di Timur Tengah dapat menyebabkan dampak sosial-ekonomi mendalam dan luas di seluruh wilayah negara-negara Arab,” bunyi laporan UNDP.
Shin Tae-yong Reuni dengan 3 Anak Emasnya di Timnas Indonesia, Komentar Shin Jae-won Jadi Sorotan!
Kerugian secara keseluruhan bisa mengakibatkan tingkat pengangguran regional meningkat hingga 4 persen, menyebabkan pengangguran sekitar 3,6 juta tenaga kerja serta menjermuskan 4 juta orang dalam kemiskinan.
“Krisis ini membunyikan alarm bagi negara-negara di kawasan,” kata Abdallah Al Dardari, asisten Sekjen PBB yang juga memimpin biro negara-negara Arab di UNDP.
Wilayah yang paling terdampak akan terkonsentrasi di Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Levant, masing-masing diperkirakan mengalami kerugian 5,2 persen dari PDB.
Konflik yang berlangsung 40 hari sebelum gencatan senjata pada 7 April lalu menyebabkan kenaikan harga energi global, membuat gelisah kondisi perekonomian.
Laporan PBB sebelumnya mengungkap, penutupan Selat Hormuz secara efektif meningkatkan harga pangan dan pupuk yang dampaknya sangat memukul negara-negara miskin.










