Gencatan Senjata, Iran Peringatkan AS: Jangan Tipu Kami!

Gencatan Senjata, Iran Peringatkan AS: Jangan Tipu Kami!

Terkini | inews | Sabtu, 11 April 2026 - 07:22
share

TEHERAN, iNews.id - Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) agar tidak bersikap bodoh dengan menjadikan gencatan senjata sebagai taktik untuk menipu atau menyusun agresi baru. Teheran menegaskan, setiap upaya diplomasi harus dilakukan secara jujur dan tidak dijadikan kedok untuk melanjutkan konflik.

Peringatan itu muncul di tengah kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya. Iran menilai, jika AS menggunakan pendekatan yang keliru atau menyesatkan, hal tersebut justru akan memperburuk situasi dan menggagalkan peluang perdamaian. Teheran secara tegas mengingatkan Washington agar tidak mengulangi kesalahan dengan bertindak seolah-olah dapat mengelabui Iran melalui jalur negosiasi.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Majid Takht Ravanchi menegaskan, negaranya tidak akan melanjutkan gencatan senjata tanpa jaminan kuat bahwa tidak akan ada serangan lanjutan di masa depan. Hal ini menjadi syarat utama dalam setiap proses perundingan yang tengah berlangsung.

Dalam pertemuan dengan para duta besar asing, kepala misi diplomatik, dan perwakilan organisasi internasional di Teheran pada Jumat (10/4/2026), Ravanchi menekankan Iran tetap membuka pintu diplomasi. Namun, dia mengingatkan dialog tidak boleh disalahgunakan.

“Iran selalu menyambut diplomasi dan dialog,” ujarnya, seraya menegaskan negosiasi tidak boleh dijadikan dalih untuk menipu atau mempersiapkan jalan bagi agresi baru.

Iran juga menolak keras gencatan senjata yang hanya memberi kesempatan bagi pihak lawan untuk memperkuat diri. Menurut Ravanchi, kesepakatan semacam itu justru berbahaya karena memungkinkan musuh kembali melancarkan serangan.

“Kami tidak menginginkan gencatan senjata yang memungkinkan musuh untuk mempersenjatai diri kembali dan melakukan agresi lagi,” katanya.

Sementara itu, Iran juga mengungkapkan bahwa 10 poin tuntutan mereka telah diterima oleh Presiden AS Donald Trump sebagai dasar negosiasi yang akan digelar di Pakistan. Tuntutan tersebut mencakup jaminan non-agresi terhadap Iran, kendali atas Selat Hormuz, pengakuan hak pengayaan uranium, hingga pencabutan seluruh sanksi AS.

Selain itu, Iran juga menuntut pencabutan resolusi Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pembayaran ganti rugi perang, penarikan pasukan AS dari kawasan, serta penghentian permusuhan di semua front, termasuk Lebanon.

Topik Menarik