Kementerian PU Kebut Proyek Bendungan Cibeet dan Cijurey, Minimalisir Banjir Tangerang-Karawang
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan mempercepat pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey di wilayah Jawa Barat. Percepatan proyek tersebut sebagai upaya meminimalisir dampak banjir.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menekankan, pengendalian banjir melalui pembangunan dua bendungan tersebut. Urgensi dua bendungan diproyeksikan untuk meredam banjir di hulu sungai yang beririsan dengan beberapa kawasan di Jabar.
"Cibeet dan Cijurey targetnya saya berharap bisa selesai paling tidak 2027-2028. Karena dengan mata kepala saya sendiri melihat, kalau itu tidak segera diselesaikan, saya khawatir Karawang, Tangerang, Bekasi banjir lagi," ujar Dody saat ditemui di kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Kedua bendungan ini merupakan bagian dari wilayah kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum yang pembangunannya menggunakan skema multi years contract dengan nilai kontrak mencapai Rp5,4 triliun untuk pengerjaan Bendungan Cibeet dan Rp3,7 triliun untuk pengerjaan Bendungan Cijurey.
Nantinya, Bendungan Cibeet memiliki manfaat sebagai irigasi seluas 8.837 hektare dan manfaat air baku bagi kebutuhan masyarakat dan industri sebesar 3,77 m3/detik dan PLTA sebesar 0,25 MW serta mampu mereduksi banjir hingga 6.080 hektare.
Sedangkan, Bendungan Cijurey akan memiliki kapasitas tampung sebesar 14,37 juta m3 dengan luas genangan mencapai 56,15 hektare.
Bendungan ini, dapat mereduksi banjir di hulu Sungai Cihoe hingga 3.605 hektare dan dimanfaatkan untuk irigasi seluas 561 hektare serta menghasilkan air baku sebesar 710 liter/detik serta PLTA sebesar 2×0,5 MW.










