98 Resolution Network: Prabowo Terbuka terhadap Kritik, Tak Antidialog

98 Resolution Network: Prabowo Terbuka terhadap Kritik, Tak Antidialog

Terkini | inews | Rabu, 8 April 2026 - 17:38
share

JAKARTA, iNews.id - Pendiri 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti, bersyukur Presiden Prabowo Subianto mampu menjaga kondisi nasional tetap kondusif. Menurutnya, Prabowo bersama Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, kerap membuka ruang dialog dengan pihak-pihak yang memiliki pandangan berbeda dengan pemerintah.

"Prof Dasco bahkan sering menghadiri forum-forum diskusi formal maupun informal dan mendengar langsung pandangan kritis dari berbagai kelompok yang berbeda spektrum. Sangat tidak beralasan jika ada pihak yang mengatakan pemerintah antikritik dan antidialog," ujar Haris dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Haris menilai, baik Prabowo maupun Dasco tidak menerapkan politik devide et impera yang memecah belah masyarakat demi memperkuat kekuasaan. Dia juga mengaku terus mencermati berbagai kritik yang diarahkan kepada Prabowo.

Dia menambahkan, sejumlah kritik dari masyarakat telah didengar dan ditindaklanjuti oleh pemerintah. Salah satu contohnya adalah terkait pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menurutnya langsung mendapat respons dari pemerintah.

"Ini adalah bukti Presiden Prabowo tidak menutup mata dan telinga terhadap kritik dan koreksi terhadap tata kelola program pemerataan gizi nasional melalui MBG," kata Haris.

Haris juga menyoroti bahwa program-program kerakyatan yang telah berjalan lama, seperti BLT, bansos beras, subsidi pupuk, hingga subsidi energi, masih menghadapi persoalan dalam tata kelola. Terlebih lagi, program-program baru yang tengah dirintis pemerintahan saat ini.

"Apalagi program yang baru dirintis oleh Presiden Prabowo, dan baru berjalan satu tahun lebih, tentu kita akui belum sempurna dalam pelaksanaannya, masih membutuhkan perbaikan pada level tata kelola," kata Haris.

Di tengah dinamika geopolitik global, Haris mengaku bersyukur atas kepemimpinan Prabowo. Dia menilai Indonesia tetap dalam kondisi aman, terutama dalam hal ketersediaan energi, saat banyak negara menghadapi krisis.

"Kita bisa bayangkan jika terjadi kelangkaan BBM seperti yang terjadi di sejumlah negara, maka dampaknya bisa menghambat distribusi pangan, sembako, dll. Kelaparan bisa menimpa rakyat kita. Mereka yang menentang pemerintah juga pasti terdampak jika terjadi krisis energi dan krisis pangan, anak-anak dan keluarga kita juga terkena dampak," lanjut Haris.

Dia menilai, Prabowo telah mengantisipasi potensi guncangan geopolitik yang bisa berdampak pada krisis energi dan pangan. Karena itu, sejumlah kebijakan strategis telah disiapkan untuk menghindari kondisi tersebut.

Menurutnya, dalam situasi global seperti saat ini, persatuan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Dia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondisi tersebut.

"Stabilitas jangan dipersepsikan semata soal politik dan keamanan semata. Kita bisa bayangkan, jika situasi ekonomi tidak stabil, harga-harga kebutuhan tidak terkendali, maka banyak pabrik bisa tutup dan terjadi PHK yang merugikan buruh. Pelaku UMKM juga tidak bisa berdagang karena harga bahan bakunya tidak terjangkau," kata Haris.

Haris menegaskan, saat ini Indonesia membutuhkan persatuan dan kerja sama, bukan untuk mempertahankan kekuasaan, melainkan demi menjaga keselamatan bangsa dari potensi krisis ekonomi dan politik akibat situasi global.

Dia juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk ASN, TNI, dan Polri, agar tidak menyalahgunakan niat baik Presiden Prabowo. Haris menegaskan pihaknya akan terus mengawal jalannya pemerintahan.

"Kami selaku relawan dan pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, akan bertanggung jawab mengawal, memperkuat dan memastikan agar program-program prioritas Presiden Prabowo dapat dilaksanakan dengan tata kelola yang baik yang dapat mencegah kebocoran yang sedang diberantas oleh Presiden Prabowo. Karena itu, kami apresiasi koreksi dukungan dari berbagai pihak agar program tersebut berjalan dan memberi manfaat maksimal kepada rakyat," katanya.

Topik Menarik