Kemenkeu bakal Ambil Alih Operator Kereta Cepat Whoosh, Ini Kata Purbaya

Kemenkeu bakal Ambil Alih Operator Kereta Cepat Whoosh, Ini Kata Purbaya

Berita Utama | inews | Selasa, 7 April 2026 - 18:49
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait wacana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil alih operator kereta cepat Whoosh, PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC). Purbaya menerangkan, pihaknya sudah melakukan pembahasan dengan Danantara untuk penyelesaian masalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

“Anda kata dari siapa? Rapatnya sudah putus,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

Dia menekankan, pihaknya sudah memiliki keputusan terkait penyelesaian Whoosh. Dia menegaskan, semua akan diumumkan pada waktunya.

“(Pembahasannya) sudah selesai, tinggal formalitas, tapi saya belum bisa umumin karena bukan saya sendiri yang terlibat, itu nanti akan diumumkan mungkin. Tapi sudah clear itu seperti apa nanti pengelolaannya,” ujar dia.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria buka suara terkait opsi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil alih PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), konsorsium yang mengelola Kereta Cepat Whoosh. 

Pria yang juga menjabat Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) ini menyebut, rencana KCIC diambil alih Kemenkeu menjadi salah satu opsi yang dibahas pemerintah untuk menyelesaikan masalah pada proyek tersebut.

"Iya, kemungkinan, insya Allah mudah-mudahan sebentar lagi selesai, kita pikirin satu-satu kan. Ada beberapa skema tentunya, nanti saya akan update karena kalau sekarang belum final kita update nanti takut rame lagi," ucap Dony kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

Dony menambahkan, semua opsi penyelesaian masalah proyek kereta cepat ditargetkan selesai maksimal dalam dua bulan ke depan. Termasuk opsi ambil alih KCIC oleh Kemenkeu.

"Masih ada beberapa opsi pokoknya. Semua penyelesaian itu, jadi apakah opsi A, Opsi B, tapi 1-2 bulan ini akan selesai," tuturnya.

Topik Menarik