Pesawat 'Kiamat' Trump Keluar Kandang Jelang Berakhirnya Batas Waktu untuk Iran, Ada Apa?
WASHINGTON, iNews.id - Pesawat komando darurat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Boeing E-48 Nightwatch keluar dari kandangnya menjelang berakhirnya batas waktu bagi Iran. Trump mengancam akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik, infrastruktur energi, serta jembatan-jembatan jika hingga Selasa malam waktu AS Iran tak juga membuat kesepakatan serta membuka blokade Selat Hormuz.
Boeing E-4B "Nightwatch" digunakan oleh presiden, wakil presiden, dan menteri pertahanan, sebagai pos komando perang jika terjadi krisis besar dan darurat.
Pesawat yang dijuluki "kiamat" itu melakukan beberapa putaran di atas Pangkalan Angkatan Udara Offutt di Nebraska, Senin (6/4/2026). Pangkalan militer tersebut merupakan markas armada E-4B. Penerbangan tersebut mungkin merupakan latihan rutin untuk memastikan kesiapannya menghadapi kondisi darurat di dunia nyata.
Wilayah udara di selatan dan tenggara Offutt biasa digunakan untuk latihan karena jarang digunakan untuk lalu lintas penerbangan sipil.
DPRD Kota Bandung Pastikan Raperda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko Tetap dalam Koridor
Boeing E-48 mengalami modifikasi besar-besaran, dirancang untuk bertahan dari ledakan nuklir serta gelombang elektromagnetik.
Data situs web pelacak penerbangan menunjukkan, pesawat meninggalkan pangkalan udara pada pukul 10.17 Waktu AS bagian Timur (ET), berputar setidaknya enam kali di atas Strahan.
Trump sebelumnya mengancam akan menghancurkan Iran, menjadikannya sebagai "neraka", serta mengembalikan negara itu ke zaman batu.
Media pemerintah Iran melaporkan, Teheran menginginkan ingin penghentoan perang permanen bukan gencatan senjata sementara. Iran juga menolak porposal yang diajukan oleh Pakistan, negara mediator.
