Trump Sebut Iran Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 Keberuntungan, bukan Keunggulan
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut keberhasilan Iran menembak jatuh jet tempur F-15E milik militer AS hanyalah faktor keberuntungan semata. Pernyataan ini disampaikan di tengah pengakuannya bahwa Iran merupakan lawan yang tangguh dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari sebulan.
Trump mengatakan, meski Iran masih mampu melancarkan serangan, kemampuan militernya dinilai sudah jauh melemah. Dia bahkan menilai insiden jatuhnya jet tempur tersebut bukan karena keunggulan, melainkan sekadar keberuntungan Iran di medan perang.
“Mereka masih punya sisa beberapa rudal dan drone. Mereka beruntung bisa menyerang pesawat, tapi kami berhasil membalasnya,” kata Trump di Gedung Putih, Selasa (7/4/2026), saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai keberlanjutan operasi militer AS.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh dua pesawat tempur AS, yakni F-15E dan A-10. Pilot dan kopilot F-15E dilaporkan sempat keluar menggunakan kursi lontar dan disebut berhasil diselamatkan oleh militer AS.
Namun, Iran menyatakan operasi penyelamatan tersebut gagal. Bahkan, mereka mengklaim telah menembak jatuh pesawat angkut Hercules C-130 serta dua helikopter Black Hawk AS dalam rangkaian pertempuran yang sama.
Meski demikian, Trump, untuk pertama kali, mengakui Iran adalah musuh yang tidak mudah ditaklukkan. Dia menyebut pasukan Iran sebagai pejuang yang tangkas dan sangat tangguh, sebuah pernyataan yang kontras dengan klaim sebelumnya yang meremehkan kekuatan Teheran.
Konflik antara AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Target utama, termasuk melumpuhkan program rudal Iran, belum sepenuhnya tercapai meskipun operasi militer terus digencarkan.
Di sisi lain, klaim Trump mengenai melemahnya Iran juga diragukan banyak pihak. Justru dalam beberapa pekan terakhir, serangan balasan Iran dinilai semakin intens dan mematikan bagi pasukan AS dan sekutunya.










