Geger! Rachel Vennya Siap Tempuh Jalur Hukum usai Ribut dengan Okin
JAKARTA, iNews.id - Selebgram Rachel Vennya melalui kuasa hukumnya, Sangun Ragahdo, tengah menyiapkan langkah hukum usai terlibat kasus sengketa rumah anak dengan mantan suaminya, Niko Al Hakim alias Okin.
Sangun Ragahdo pun menjelaskan alasan Rachel Vennya siap menempuh jalur hukum melawan Okin. Baginya, langkah ini direncanakan demi kepentingan anak-anak Rachel Vennya.
"Rachel ingin menuntut hak. Haknya siapa? Hak anak-anak, bukan hak Rachel. Ini terkait tanggung jawab seorang ayah terhadap anak-anaknya," kata Sangun di Polda Metro Jaya, Senin (6/4/2026).
Sejauh ini, Sangun melihat adanya potensi pidana dalam konflik tersebut. Namun, ia belum mau merinci apa saja potensi yang dimaksud.
"Kalau saya lihat sementara ini, potensi-potensi pidana ini sebetulnya ada," ujarnya.
Pasca perceraian kliennya pada 2021, Sangun membenarkan hubungan Rachel dan Okin sempat berjalan baik, khususnya untuk urusan anak. Namun, hubungan mereka memanas seiring berjalannya waktu.
"Dulu mereka cerai tidak mau ribut karena pengasuhan masih baik-baik saja. Masih ada waktu bersama anak-anak. Cuma makin ke sini terkait tanggung jawab ini kok makin menghilang," jelasnya.
Buntut sengketa tersebut, Sangun mengungkapkan langkah hukum yang akan diambil kliennya antara lain laporan pidana hingga gugatan hak asuh anak.
Sebab sebelumnya, putusan cerai di pengadilan mengabulkan permohonan mereka untuk mengasuh anak secara bersama.
"Tidak menutup kemungkinan ke depannya akan dilakukan upaya hukum, apakah gugatan hak asuh anak atau laporan polisi terkait dugaan tindak pidana," ucap Sangun.
Sangun kemudian mengungkap peristiwa yang membuat Rachel sangat kecewa. Hal ini terkait informasi mengenai rumah yang dinilai tidak transparan. Ia menyebut ada pihak yang datang mengecek rumah hingga dugaan rencana penjualan.
"Timeline-nya jauh. Orang datang dulu baru diinformasikan. Di sini kami melihat ada itikad tidak baik," katanya.
Sebagai kuasa hukum, Sangun masih berharap masalah ini bisa selesai dengan damai serta solusi yang adil bagi anak-anak kedua pihak.
"Kami harap ada solusi yang baik, dalam artian tanggung jawab itu dijalankan. Ini kembali lagi, kami mencari keadilan untuk anak-anak," tegasnya.
"(Rencana jalur hukum) Masih didiskusikan. Intinya saya sekarang di Polda, nanti ke depannya lihat saja," pungkasnya.










