Bangga! Film Ghost in the Cell Garapan Joko Anwar Siap Diputar di 86 Negara

Bangga! Film Ghost in the Cell Garapan Joko Anwar Siap Diputar di 86 Negara

Gaya Hidup | inews | Minggu, 5 April 2026 - 13:44
share

JAKARTA, iNews.id - Kabar mengejutkan datang dari Joko Anwar. Film garapannya yang berjudul Ghost in the Cell bakal diputar di 86 negara. Padahal, film ini belum tayang di Indonesia. 

Menurut informasi yang diterima iNews.id, film Ghost in the Cell  baru akan diputar di seluruh bioskop di Indonesia pada 16 April 2026. Namun, hak penayangannya telah dibeli oleh 86 negara. 

Capaian ini datang tak lama setelah film tersebut mencuri perhatian di Berlinale 2026. Di balik layar, proyek ini merupakan kolaborasi antara Come and See Pictures, RAPI Films, Legacy Pictures, serta Barunson E&A sebagai sales agent global. 

Bahkan sebelumnya, distributor Jerman Plaion Pictures telah lebih dulu mengamankan hak edar untuk wilayah berbahasa Jerman.

Di dalam cerita, ketegangan dibangun dari kehidupan para tahanan di Lapas Labuhan Angsana yang dipenuhi penindasan dan konflik antar napi. Situasi berubah mencekam ketika seorang tahanan baru datang, disusul kematian misterius yang mengerikan satu per satu. 

Terungkap bahwa sosok gaib memburu mereka yang memiliki energi paling negatif. Para napi pun terpaksa berlomba menjadi 'baik' demi bertahan hidup, ironi di tengah sistem yang korup. 

Namun kemudian, mereka menyadari satu hal, yaitu bertahan bukan soal individu, melainkan bersatu melawan ketidakadilan, bahkan jika itu berarti menghadapi kekuatan tak kasatmata.

Joko Anwar menegaskan film ini lahir dari realitas yang dekat. 

"Ini tentang kekuasaan dan sistem yang korup," ujarnya. Ia menambahkan, "Ketidakadilan itu bahasa universal." 

Pernyataan itu tercermin dari respons pasar global yang melihat kisah ini bukan sekadar cerita lokal, melainkan potret masalah yang relevan di banyak negara.

Produser Tia Hasibuan menilai capaian ini sebagai bukti kualitas produksi.

"Banyak negara tertarik menayangkannya," katanya. Tak heran, jaringan distribusi film ini mencakup kawasan Asia Tenggara, Amerika Utara, Eropa, hingga Amerika Latin dan Afrika, menjadikannya salah satu film Indonesia dengan jangkauan internasional paling luas dalam beberapa tahun terakhir.

Film ini juga diperkuat deretan pemain lintas generasi seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, hingga Tora Sudiro, serta memperkenalkan Magistus Miftah. 

Dengan rekam jejak Come and See Pictures yang sebelumnya memproduksi Pengabdi Setan 2: Communion dan serial Nightmares and Daydreams, Ghost in the Cell kini bersiap menyapa penonton Indonesia, membawa horor yang tak hanya menakutkan, tetapi juga menggugah kesadaran.

Topik Menarik