Penampakan Gedung DPR di Tengah Efisiensi, Lampu Dimatikan sejak Sore Hari
JAKARTA, iNews.id - Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI telah memberlakukan langkah efisiensi energi sebagai respons atas gejolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dunia yang berpotensi membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Berdasarkan pantauan di Kompleks Parlemen Senayan sekitar pukul 18.00 WIB, lampu-lampu yang berada di koridor gedung sudah mulai dipadamkan. Pemadaman lampu juga terjadi di area ruang rapat yang tak ada kegiatan di sore hari.
Meski sebagian besar lampu dimatikan, ada beberapa titik di antaranya yang lampunya masih dinyalakan. Seperti fasilitas musala, toilet, mesin ATM, hingga media center.
Tak hanya lampu yang dipadamkan, eskalator dan lift di setiap gedung yang sudah tak ada kegiatan juga dimatikan.
Keadaan ini dilaksanakan ketika benar-benar sudah tidak aktivitas rapat maupun kegiatan lain yang dilakukan oleh aparatur sipil negara (ASN).
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar menyampaikan, pihaknya telah membahas berbagai aspek penghematan sejak pekan lalu. Penggunaan energi di area gedung akan diperketat.
Indra menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan skema pemadaman listrik total pada malam hari jika tidak ada agenda persidangan.
"Maksimum jam delapan (malam) akan dimatikan, karena memang belum semua gedung menggunakan building automatic system, jadi semua masih dilakukan manual. Nah, ruang-ruang rapat yang tidak digunakan itu listrik, AC, lampu juga akan kita matikan," ujar Indra kepada wartawan, dikutip, Jumat (27/3/2026).










