Israel Tak Terima Disalahkan atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Tuding Hizbullah
NEW YORK, iNews.id - Israel membantah keterlibatan militernya atas terbunuhnya prajurit TNI anggota pasukan penjaga perdamaian PBB, UNIFIL, dalam insiden di Lebanon Selatan. Melalui Duta Besarnya untuk PBB, Danny Danon, Israel justru menyalahkan kelompok Hizbullah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut.
Danon menegaskan ledakan yang menewaskan prajurit TNI bukan berasal dari operasi militer Israel, melainkan akibat bahan peledak yang diduga dipasang oleh Hizbullah. Dia juga menuduh kelompok itu sering meluncurkan roket dari desa-desa dekat posisi pasukan penjaga perdamaian, sehingga menempatkan personel PBB dalam bahaya langsung.
Insiden tragis ini terjadi di wilayah Lebanon Selatan yang menjadi area operasi misi perdamaian PBB UNIFIL.
Berdasarkan penyelidikan awal PBB, dua prajurit TNI gugur setelah kendaraan yang mereka tumpangi menginjak bahan peledak di dekat Bani Hayyan pada Senin (31/3/2026). Ledakan tersebut juga melukai dua prajurit lainnya.
Sehari sebelumnya, satu prajurit TNI lainnya gugur akibat serangan artileri yang dilancarkan oleh militer Israel terhadap sebuah pos penjagaan di kawasan tersebut. Rangkaian insiden ini memperburuk situasi keamanan di wilayah yang sudah lama dilanda ketegangan.
Wakil Sekjen PBB untuk Penjaga Perdamaian Jean-Pierre Lacroix mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awak, bahan yang menyebabkan ledakan pada kendaraan TNI kemungkinan merupakan bom rakitan. Dia menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
“UNIFIL sedang melakukan investigasi untuk menentukan keadaan dari perkembangan yang tercela ini,” ujar Lacroix, dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Selasa (31/3/2026).
Sementara itu merespons tudingan Israel, Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel meminta agar Israel menyerahkan bukti konkret.
“Kami mengundang mereka untuk menyerahkan bukti kepada tim penyelidik kami,” ujarnya.










