Earth Hour 28 Maret 2026, PBB Ajak Dunia Lawan Krisis Iklim
JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyerukan pentingnya aksi iklim global dalam peringatan Earth Hour 2026. Ia pun mengajak masyarakat mematikan lampu selama satu jam.
Berdasarkan tayangan di akun YouTube UN in Indonesia yang dilihat Selasa (24/3/2026), Guterres mengajak masyarakat dunia berpartisipasi dalam Earth Hour yang akan diperingati pada Sabtu (28/3/2026) dari pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat.
“Earth Hour dimulai sebagai sebuah isyarat sederhana. Kini, Earth Hour menjadi sebuah sinyal global: masyarakat di seluruh dunia menyerukan aksi iklim,” ujar Guterres.
Ia menegaskan, peringatan tahun ini menjadi istimewa karena menandai dua dekade dampak gerakan tersebut. Karena itu, ia mengajak publik untuk ikut ambil bagian.
“Tahun ini, ketika Earth Hour menandai 20 tahun dampaknya, saya mengundang Anda untuk bergabung dengan jutaan orang yang mematikan lampu yang tidak penting pada hari Sabtu, 28 Maret, dari pukul 20.30 hingga 21.30,” katanya.
Bikin Kaget! Estimasi Dana Beasiswa LPDP yang Harus Dikembalikan Suami Dwi Sasetyaningtyas
Guterres mengingatkan bahwa aksi simbolis tersebut tidak boleh berhenti sebagai rutinitas tahunan semata.
“Tetapi jangan biarkan ini hanya menjadi langkah kecil dalam kegelapan. Jadikan itu percikan perubahan,” tegasnya.
Ia pun menyerukan langkah konkret dalam menghadapi krisis iklim global, mulai dari percepatan pengurangan emisi hingga transisi energi.
“Tuntut percepatan pemotongan emisi, transisi yang cepat dan adil dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan, serta dukungan nyata bagi komunitas yang sudah menghadapi dampak terburuk,” lanjutnya.
Menutup pesannya, Guterres mengajak masyarakat untuk lebih aktif terlibat dalam upaya menjaga bumi.
“Bersuara. Bergerak. Bantu memperkuat masa depan yang lebih aman dan lebih adil bagi semua,” pungkasnya.










