Eksklusif! Kepala Bappisus Tegaskan Prabowo bakal Tindak Tegas Pelaku Teror ke Aktivis
JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menindak tegas pelaku teror terhadap aktivis. Terbaru, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus mendapatkan serangan penyiraman air keras.
"Pak Presiden sudah sampaikan usut sampai tuntas Pak Kapolri terkait teror air keras itu, si Andrie Yunus, itu usut sampai tuntas," ujar Aris dalam Dialog Spesial Kepala Bappisus dikutip, Selasa (24/3/2026).
Aris pun merinci dari awal pemerintahan Prabowo terdapat sejumlah aksi teror. Salah satunya pada demo Agustus tahun lalu di mana terdapat teror bom molotov, penjarahan, pembakaran kantor gubernur dan DPRD di beberapa daerah
Dia menegaskan, Presiden Prabowo mengambil keputusan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun dan segala jenis teror yang ada di Indonesia.
"Apa pun bentuknya teror ya itu harus dihilangkan dan harus dihukum sesuai dengan perbuatannya, teror apa pun," katanya.
Ferdinand Putar Rekaman Hasto: Pelemahan KPK Dilakukan Jokowi, Dampaknya Dituduhkan ke PDIP
Namun, Aris turut prihatin terhadap sikap sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Tanah Air yang tidak meresposn terkait sejumlah tindakan teror yang terjadi di Indonesia, termasuk saat rangkaian teror demo Agustus lalu.
"Kalau ada hal-hal teror-teror seperti itu, ya kok saya tidak melihat gaungnya kencang ya? misal waktu itu penjarahan, pembunuhan, instansi-instansi militer dibakar, infrastruktur publik di itu dirusak, banyak LSM kita yang diam," ucapnya.
Namun, kata Aris, respons LSM di Tanah Air berbeda jika menanggapi suatu isu yang tengah ramai diperbincangkan, salah satunya saat pembahasan RUU TNI beberapa waktu silam.
"Namun, kalau ada sedikit tentang TNI, ini sensitif sekali langsung semuanya bersuara. Saya kadang-kadang bertanya dalam hati saya ya, saya lama di militer ya, saya lama di Kopassus. Ini sebenarnya itu mereka-mereka itu punya tujuan apa sih? Harusnya kalau mau menyuarakan kebenaran ya itu, equal lah yang menyangkut teror hentikan," katanya.
"Kita berharap bangsa kita ini kompak dalam kebaikan, bukan membidik. Saya merasa kok kaya ada suatu mission membidik ya. Tetapi itu seakan-akan khususnya LSM-LSM ini itu diambil negatifnya ya, harus lebih equal lah," tuturnya.










