Para Pemimpin Eropa Kompak Tolak Permintaan Trump Terlibat Perang Iran
BRUSSELS, iNews.id - Para pemimpin Eropa kompak menolak permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk terlibat langsung dalam konflik melawan Iran. Penolakan itu disampaikan secara terbuka dalam KTT Uni Eropa di Brussels, Belgia, Kamis (19/3/2026). Ini menunjukkan sikap tegas kawasan tersebut yang tidak ingin terseret lebih jauh dalam eskalasi perang Timur Tengah.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi salah satu yang paling vokal. Selain mendorong gencatan senjata saat Idul Fitri, dia juga menolak permintaan Trump untuk mengerahkan kapal perang Prancis ke Selat Hormuz guna mengawal kapal-kapal tanker minyak.
Dia menilai langkah tersebut justru berisiko memperparah konflik yang sudah memanas.
Penolakan serupa juga disampaikan Kanselir Jerman Friedrich Merz. Dia menegaskan negaranya tidak akan ikut dalam misi pengawalan di Selat Hormuz selama pertempuran masih berlangsung.
Menurut dia, keterlibatan militer hanya bisa dilakukan jika konflik telah berakhir dan mendapat mandat internasional, khususnya dari Dewan Keamanan PBB.
Sikap tegas juga datang dari Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Dia menilai ini adalah momen krusial bagi Uni Eropa untuk menunjukkan posisi yang jelas kepada dunia.
Sanchez menegaskan bahwa Eropa berdiri di pihak hukum internasional dan menolak perang, bahkan menyebut serangan AS dan Israel ke Iran sebagai tindakan ilegal yang menyebabkan kerusakan besar tanpa alasan yang sah.
Sementara itu, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengungkap dampak langsung konflik terhadap warga Eropa. Dia menyebut seorang warga Swedia telah dieksekusi oleh Iran atas tuduhan spionase, serta menyoroti banyaknya warga negara Eropa yang ditahan, terutama di Penjara Evin.










