Bangkit Dramatis! Rachel/Febi Lolos ke Perempat Final Orleans Masters 2026, Ini Kuncinya
ORLEANS, iNews.id – Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menunjukkan kebangkitan impresif untuk lolos ke perempat final Orleans Masters 2026 setelah menang dramatis atas wakil Taiwan.
Pasangan ganda putri Indonesia itu menumbangkan Chen Su Yu/Lee Yu-Hsuan di babak 16 besar. Bertanding di Palais Des Sports, Kamis (19/3/2026) malam WIB, mereka menang tiga gim dengan skor 14-21, 21-6, dan 21-13.
Rachel/Febi sempat kesulitan di gim pertama. Mereka gagal menjaga momentum sehingga tertinggal saat interval dengan skor 8-11.
Permainan cepat dan pukulan menyilang dari Chen/Lee membuat pasangan Indonesia kesulitan. Gim pertama pun berakhir untuk keunggulan lawan dengan skor 21-14.
Namun, situasi berubah drastis di gim kedua. Rachel/Febi tampil lebih agresif dan langsung mendominasi permainan sejak awal.
Bangkit Total, Temukan Ritme Permainan
Rachel/Febi mencetak poin beruntun hingga unggul jauh 11-1 saat interval gim kedua. Dominasi tersebut terus berlanjut hingga mereka menang telak 21-6.
Memasuki gim penentuan, pertandingan berlangsung lebih ketat. Kedua pasangan saling kejar poin hingga menjelang interval.
Rachel/Febi berhasil menjaga konsistensi dan unggul 11-8 saat jeda. Momentum ini menjadi kunci kemenangan mereka.
Setelah interval, pasangan Indonesia semakin percaya diri. Mereka menutup pertandingan dengan kemenangan 21-13 dan memastikan tiket ke perempat final.
Rachel mengaku kemenangan ini penting untuk mengembalikan kepercayaan diri setelah hasil kurang maksimal di dua turnamen sebelumnya.
“Puji Tuhan bersyukur hari ini bisa menang. Dua turnamen kemarin kami terhenti di babak pertama jadi cukup senang dengan hasilnya walaupun kalau boleh dibilang lawan belum yang berat banget tapi tidak mudah tadi. Ini cukup untuk mengembalikan kepercayaan diri,” ujar Rachel, dikutip dari rilis PBSI.
Rachel juga menegaskan perlunya peningkatan fokus untuk laga berikutnya. “Besok kami harus lebih tenang karena bolanya cepat. Dan fokusnya harus lebih jeli lagi,” lanjutnya.
Sementara itu, Febi menjelaskan perubahan strategi menjadi kunci kebangkitan timnya. Mereka berhasil menemukan ritme permainan setelah gim pertama.
“Di gim pertama kami masih adaptasi dengan lapangan pertandingan, pukulan-pukulan kami juga masih tidak enak. Di gim kedua dan ketiga kami mencoba menaikkan hawanya, mempercepat tempo dan akhirnya bisa ketemu ritme dan pola yang pas,” kata Febi.
Dia juga menegaskan target mereka di turnamen ini tetap tinggi.
“Kami pastinya membidik gelar juara di sini tapi tetap fokusnya satu pertandingan ke satu pertandingan dulu,” ujarnya.










