Iran Sindir Trump Ajak Negara Lain Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz: Dia Minta Bantuan!
TEHERAN, iNews.id - Iran menyindir Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah menyerukan negara-negara lain mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Teheran menilai langkah tersebut sebagai bukti Washington kini membutuhkan bantuan, padahal sebelumnya mengklaim telah menghancurkan kemampuan militer Iran.
Sindiran itu disampaikan Kepala Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Alireza Tangsiri. Dia menilai pernyataan Trump kontradiktif karena sebelumnya menyatakan militer Iran telah dilumpuhkan. Namun kini justru meminta dukungan negara lain untuk menjaga jalur perairan strategis tersebut.
"Amerika secara keliru mengklaim telah menghancurkan Angkatan Laut Iran. Kemudian mereka juga keliru mengklaim telah mengawal kapal tanker minyak. Sekarang mereka bahkan meminta pasukan cadangan dari negara lain," tulis Tangsiri, di media sosial X, dikutip Minggu (15/3/2026).
Sebelumnya, Trump mengklaim banyak negara akan mengirim kapal perang guna memastikan transportasi laut di Selat Hormuz tetap berjalan. Namun dia tidak menyebutkan negara-negara mana saja yang akan mengirim armadanya.
Dalam pernyataan di akun media sosial Truth Social, Trump mengatakan beberapa negara, terutama yang terdampak penutupan Selat Hormuz oleh Iran, akan bergabung dengan AS menjaga keamanan selat tersebut agar tetap terbuka.
Dia bahkan berharap negara-negara seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, serta Inggris ikut berkontribusi dengan mengirim kapal perang.
Dalam unggahan yang sama, Trump juga mengklaim militer AS telah menghancurkan sepenuhnya kemampuan militer Iran. Meski demikian, dia menyebut Iran masih melakukan gangguan di kawasan tersebut, termasuk mengirim drone kamikaze, menebar ranjau laut, serta meluncurkan rudal jarak dekat di sepanjang jalur pelayaran.
"(AS akan) mengebom habis-habisan garis pantai dan terus menembaki perahu serta kapal Iran keluar dari perairan," tulisnya.










