Pemudik Mulai Padati Bekasi, Agus Rela Hadapi Macet demi Pulang ke Jambi
BEKASI, iNews.id – Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di sejumlah titik keberangkatan. Sejumlah pemudik memilih berangkat lebih awal untuk kembali ke kampung halaman dan merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.
Salah satu pemudik yang bersiap pulang kampung adalah Agus, warga asal Bandung yang akan menuju Jambi. Dia terlihat berada di Posko Pelayanan Mudik di kawasan Hypermall Mega Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026), sambil menunggu anggota keluarga sebelum berangkat bersama.
Agus mengatakan perjalanan mudik tahun ini terasa spesial baginya. Dia mengaku sudah lama menantikan momen pulang kampung untuk bertemu keluarga.
“Antusias sih, saya sudah lama sekali mau ketemu anak,” kata Agus kepada iNews Media Group.
Saat ditemui di lokasi, Agus tampak membawa beberapa kardus dan tas yang berisi barang-barang untuk dibawa ke kampung halaman. Barang bawaan itu menjadi bagian dari persiapannya sebelum menempuh perjalanan panjang menuju Jambi.
Dia menuturkan akan melanjutkan perjalanan menggunakan bus dari Bekasi bersama anaknya. Meski menyadari perjalanan mudik kemungkinan dipadati kendaraan, Agus mengaku tidak mempermasalahkan kondisi tersebut.
Menurut dia, kemacetan sudah menjadi hal yang biasa terjadi setiap musim mudik Lebaran. Bahkan, dia juga menyadari harga tiket bus mengalami kenaikan menjelang hari raya.
“Jalanan pasti macet. Harga tiket bis naik, pasti naik beratus-ratus ribu,” ujarnya.
Sementara itu, untuk mendukung kelancaran arus mudik, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di wilayah Kota Bekasi, khususnya di sepanjang Jalur Arteri Kalimalang.
Tercatat ada lima pos yang disiapkan di sejumlah titik strategis. Dua di antaranya merupakan pos pelayanan yang dilengkapi fasilitas tempat istirahat bagi para pemudik.
Dua pos pelayanan tersebut berada di kawasan Hypermall Mega Bekasi dan Bulan-Bulan. Sementara tiga pos lainnya berada di Sumber Arta, Medan Satria, serta Tol Timur yang difokuskan untuk pengaturan lalu lintas selama arus mudik berlangsung.










