Dulu Jualan Kaset, Ifan Seventeen Kaget Lagu Barunya Tembus 1,4 Juta di Konten Medsos

Dulu Jualan Kaset, Ifan Seventeen Kaget Lagu Barunya Tembus 1,4 Juta di Konten Medsos

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:52
share

JAKARTA, iNews.id - Penyanyi Ifan Seventeen mengaku terkejut melihat lagu terbarunya bertajuk Jangan Paksa Rindu Beda mendadak viral di media sosial (medsos). Lagu tersebut bahkan telah digunakan dalam lebih dari 1,4 juta konten di TikTok.

Fenomena itu terasa sangat berbeda bagi Ifan dibandingkan masa awal kariernya di industri musik. Dia mengingat bagaimana dahulu para musisi harus mempromosikan karya melalui penjualan kaset hingga CD.

Ifan mengatakan, popularitas lagu di era digital seperti sekarang terasa seperti pengalaman baru baginya. Dia pun mengaku baru merasakan sensasi ketika karya seorang musisi menjadi hype di platform digital.

"Viral dan nggak viral itu kayak just a bonus sebenarnya. Tapi ya balik lagi alhamdulillah ternyata viral, ternyata FYP, masyaallah. Ya ini sesuatu yang baru juga buatku karena baru merasakan, oh gini kira-kira musisi yang hype secara digital, ini lho rasanya," ujar Ifan Seventeen di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat.

Ifan menjelaskan, kesuksesan lagu tersebut tidak sepenuhnya terjadi secara kebetulan. Dia dan tim manajemennya memang menyiapkan strategi promosi khusus dengan cara membocorkan sebagian lagu di TikTok sebelum resmi dirilis.

Menurutnya, potongan bagian reff lagu sengaja dimasukkan ke platform tersebut sekitar dua minggu sebelum perilisan resmi. Strategi itu bertujuan memancing rasa penasaran para pengguna media sosial.

"Lagu itu reff-nya itu dimasukkan ke dalam TikTok dua minggu sebelum lagu itu rilis bahkan. Sengaja. Misterius. Makanya alhamdulillah begitu rilis setelah dua minggu itu ternyata 224.000 sound yang udah pakai untuk konten," kata Ifan.

Ifan menilai, cara promosi musik di era digital memang jauh berbeda dibandingkan masa ketika industri musik masih didominasi format analog. Dulu para musisi lebih fokus memproduksi karya dan menjualnya dalam bentuk fisik seperti kaset dan CD.

Kini, menurut dia, promosi harus mengikuti perkembangan teknologi dan pola konsumsi masyarakat yang serba digital. Hal tersebut membuat para musisi harus beradaptasi dengan strategi baru agar karya mereka bisa menjangkau lebih banyak pendengar.

"Bikin ya bikin aja gitu, cuma mungkin cara dan trik berpromonya mungkin yang dirubah gitu ya, dari zaman dulu yang analog gitu ya, kaset, CD, misalnya begitu, sekarang kan everything serba digital jadi cara berpromonya pun beda kali ya," ucapnya.

Ifan pun mengaku bersyukur karena lagu Jangan Paksa Rindu Beda mendapat sambutan besar dari pengguna media sosial. Dia bahkan baru mengetahui jumlah konten yang menggunakan lagunya telah menembus angka fantastis.

"Alhamdulillah tadi per hari ini barusan ngecek alhamdulillah udah 1,4 juta konten di TikTok yang pakai 'Jangan Paksa Rindu Beda'," kata Ifan.

Topik Menarik