Pemerintah Ancam Sanksi Pedagang Nakal yang Getok Harga Daging jelang Lebaran
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan menindak tegas pedagang daging nakal yang menaikkan harga lebih dari yang telah ditetapkan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengingatkan para pedagang agar tidak memanfaatkan momen Ramadan dan Idulfitri dengan menaikkan harga secara tidak wajar.
"Sesuai arahan Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman bahwa harga daging sapi harus dijaga untuk masyarakat," kata Ketut dalam keterangan resminya pada Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan harga daging sapi di setiap rantai distribusi, mulai dari feedlotter, rumah potong hewan (RPH), hingga tingkat pengecer. Oleh karena itu, setiap pelanggaran terhadap ketentuan harga tersebut akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.
"Pemerintah telah menetapkan harga mulai dari feedlotter, RPH sampai pengecer. Tentu jika ada yang melanggar, pemerintah pasti melakukan tindakan yang tegas dan terukur," lanjutnya.
Selain pengawasan harga di setiap lini pasar, Ketut mengungkap bahwa pihaknya juga terus melaksanakan fungsi stabilisasi harga daging sapi bersama BUMN pangan.
Ia mengatakan, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari telah berkomitmen untuk menggenjot operasi pasar untuk menyambut Idulfitri.
"Kami juga sudah sepaham dengan PPI dan Berdikari untuk melaksanakan operasi pasar daging sapi sampai Idulfitri mendatang. Stok daging sapi dan kerbau dapat diakses masyarakat dengan harga lebih terjangkau," ujar Ketut.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan tidak hanya untuk memastikan kesesuaian harga jual di pasar, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga yang lebih murah.
Di sisi lain, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah telah meminta para importir daging sapi untuk segera mengeluarkan stok selama periode Ramadan hingga Idulfitri guna menjaga stabilitas harga.
Amran menegaskan tidak akan segan memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelaku usaha yang sengaja menahan pasokan atau menaikkan harga.
"Kami sudah minta, semua harus mengeluarkan dagingnya. Jangan sampai harga naik. Kalau ada produsen menaikkan, khususnya feedlotter, menaikkan yang sapi bakalan, aku cabut izinnya dan tidak boleh impor lagi. Itu kenaikan harga ada di distributor besar, middleman-nya," tegasnya.
Amran juga memastikan akan mengusut tuntas siapa pedagang perantara atau middleman yang menjadi biang keladi anomali harga daging sapi. Rakyat tidak boleh kesulitan mendapatkan daging sapi berkualitas dengan harga sesuai ketetapan pemerintah.
"Kami minta Satgas Pangan seluruh Indonesia, bila perlu langsung segel saja. Tak boleh beri ampun. Sekarang kita sepakat bahwasannya bukan lagi karena produksi, tetapi ulah segelintir orang tapi menyusahkan jutaan rakyat Indonesia. Kami minta tidak boleh naik. Dirkrimsus tadi aku minta yang distributor besarnya, dikejar," tutup Amran.









