Angin Puting Beliung Terjang Cirebon, 206 Rumah dan Sekolah Rusak Berat

Angin Puting Beliung Terjang Cirebon, 206 Rumah dan Sekolah Rusak Berat

Berita Utama | inews | Kamis, 12 Maret 2026 - 16:02
share

CIREBON, iNews.id – Bencana angin puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Rabu (11/3/2026) petang kemarin. 

Bencana tersebut  mengakibatkan bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Muara di Kecamatan Suranenggala rusak berat hingga pihak sekolah terpaksa meliburkan seluruh kegiatan belajar mengajar pada Kamis siang.

Bencana ini tidak hanya menghantam fasilitas pendidikan. Camat Suranenggala, Amin Mughni, mencatat sedikitnya 206 rumah warga yang tersebar di Desa Muara, Kecamatan Suranenggala, dan Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati, ikut terdampak. 

Desa Muara, khususnya di Blok Karanganyar, menjadi titik terparah terjangan angin kencang yang juga merusak sejumlah tempat ibadah.

"Dari data yang ada, tercatat hampir 206 rumah di Desa Muara dan Desa Mertasinga terdampak amukan angin puting beliung. Selain rumah dan sekolah, sejumlah tempat ibadah juga dikabarkan rusak," kata Amin Mughni, Kamis (12/3/2026). 

Kondisi sekolah tampak porak-poranda setelah atap bangunan hingga plafon tersapu angin kencang yang disertai hujan deras. 

Hampir 80 persen bangunan sekolah mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap yang terbang terbawa angin. Kerusakan meliputi lima ruang kelas, ruang guru, kantin, hingga mushola sekolah.

Penjaga sekolah SDN 2 Muara, Mistari, mengungkapkan bahwa kondisi bangunan saat ini sangat membahayakan keselamatan siswa. 

"Hampir seluruh ruang kelas, termasuk ruang guru, kantin, dan mushola rusak. Kondisi atap dan plafon yang berpotensi ambruk ini membuat pihak sekolah meminta orang tua agar siswa belajar di rumah dulu," ujar Mistari.

Peristiwa mencekam ini terjadi saat masyarakat sedang mempersiapkan waktu berbuka puasa pada Rabu petang. Amukan angin bahkan sempat terekam kamera ponsel warga yang memperlihatkan detik-detik material bangunan berhamburan hingga memicu kepanikan luar biasa di tengah pemukiman.

Hingga saat ini, petugas gabungan dari berbagai unsur masih berjibaku di lokasi kejadian. Mereka bergotong-royong membersihkan puing-puing material bangunan dan pohon tumbang yang berserakan di jalanan maupun menimpa rumah warga guna mempercepat proses pemulihan desa.

Topik Menarik