Kendalikan Lonjakan Kasus Campak, Kemenkes Amankan Ketersediaan Vaksin dan Percepat Imunisasi

Kendalikan Lonjakan Kasus Campak, Kemenkes Amankan Ketersediaan Vaksin dan Percepat Imunisasi

Berita Utama | inews | Selasa, 10 Maret 2026 - 11:50
share

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin campak-rubella (MR) di Indonesia dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan untuk mendukung percepatan pelaksanaan imunisasi sebagai respons atas peningkatan kasus campak di sejumlah daerah.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Rizka Andalusia mengatakan penyediaan vaksin menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian wabah campak. Selain vaksin, pemerintah juga mengandalkan kegiatan surveilans dan deteksi dini kasus di berbagai wilayah.

“Dalam merespons kejadian luar biasa campak, salah satu faktor penting selain surveilans adalah penyediaan vaksin untuk pelaksanaan imunisasi. Pemerintah telah merencanakan percepatan pelaksanaan Outbreak Response Immunization di daerah-daerah dengan kasus tinggi,” ujar Rizka Andalusia dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).

Berdasarkan data per 6 Maret 2026, stok vaksin MR di Indonesia dinyatakan mencukupi. Di tingkat pusat tersedia sekitar 9,5 juta dosis vaksin, sementara digf daerah telah terdistribusi sekitar 6,6 juta dosis yang tersebar di dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota, hingga puskesmas.

“Kami memastikan stok vaksin tersedia dan terus melakukan distribusi dari pusat ke daerah, terutama pada wilayah yang stoknya mulai menurun. Seluruh provinsi saat ini memiliki ketersediaan vaksin dengan tingkat stok di atas dua bulan,” kata dia.

Kementerian Kesehatan juga memantau distribusi dan ketersediaan vaksin secara real time melalui sistem Satu Sehat Logistik (SSL). Sistem ini memantau inventori logistik vaksin hingga tingkat puskesmas di seluruh Indonesia.

Dari hasil pemantauan tersebut, sebagian besar provinsi memiliki ketersediaan vaksin yang memadai. Sebanyak 23 provinsi tercatat memiliki stok untuk 2–5 bulan, sembilan provinsi untuk 5–7 bulan, dan enam provinsi memiliki stok lebih dari tujuh bulan.

Stok vaksin tersebut diprioritaskan untuk mendukung pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign atau imunisasi kejar. Program ini akan dilakukan di 102 kabupaten/kota pada 11 provinsi yang menjadi prioritas pengendalian campak.

Rizka mengatakan vaksin MR yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui proses evaluasi ketat terkait keamanan, mutu, dan khasiatnya sebelum digunakan di masyarakat.

“Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui kajian oleh Kementerian Kesehatan dan Komite Imunisasi Nasional, serta mendapatkan izin edar dari Badan POM. Artinya, vaksin tersebut telah dipastikan aman dan efektif digunakan,” kata dia.

Berdasarkan hasil studi dan uji klinis, vaksin MR terbukti efektif meningkatkan kekebalan tubuh terhadap campak dan rubella. Penelitian menunjukkan peningkatan antibodi yang signifikan setelah pemberian vaksin, dengan tingkat seropositif mencapai lebih dari 90 persen pada anak yang telah divaksinasi.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait efek samping vaksin, Rizka menjelaskan bahwa reaksi yang muncul setelah imunisasi umumnya bersifat ringan dan sementara.

“Efek samping vaksin MR pada umumnya ringan, seperti demam ringan, kemerahan atau nyeri di tempat suntikan, serta ruam ringan. Reaksi ini biasanya hilang dalam waktu sekitar 24 jam,” ucapnya.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan mengenai vaksin.

“Informasi yang menyebutkan bahwa vaksin mengandung microchip atau senjata biologis adalah hoaks. Vaksin hanya berisi komponen biologis yang berfungsi merangsang sistem imun tubuh untuk mengenali dan melawan penyakit,” kata dia.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk selalu mengakses informasi kesehatan dari sumber resmi. Masyarakat juga diminta memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap agar terlindungi dari penyakit campak.

“Pemerintah pusat dan daerah akan terus memastikan ketersediaan vaksin, kelancaran distribusi, serta pelayanan imunisasi di seluruh Indonesia. Kami berharap masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam program imunisasi untuk melindungi anak-anak dari campak dan komplikasi berat yang dapat ditimbulkannya,” kata Rizka.

Topik Menarik