Janji Putin kepada Mojtaba Khamenei: Rusia Tak Akan Tinggalkan Iran Sendirian

Janji Putin kepada Mojtaba Khamenei: Rusia Tak Akan Tinggalkan Iran Sendirian

Terkini | inews | Selasa, 10 Maret 2026 - 07:15
share

MOSKOW, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan komitmennya untuk tetap berdiri bersama Iran di tengah konflik yang memanas dengan Amerika Serikat dan Israel. Dalam pesan ucapan selamat kepada Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, Putin menegaskan Rusia tidak akan meninggalkan Iran sendirian menghadapi tekanan dan agresi militer.

Janji tersebut disampaikan Putin saat mengucapkan selamat kepada Mojtaba Khamenei yang terpilih menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Dalam pesan resmi yang dirilis Kremlin, Putin menekankan bahwa Rusia akan tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi Republik Islam Iran.

Putin menegaskan dukungan Moskow kepada Teheran tidak akan goyah. Dia memastikan Rusia akan terus menunjukkan solidaritas dan kerja sama strategis dengan Iran di tengah situasi keamanan yang semakin menegangkan di kawasan Timur Tengah.

"Saya ingin menegaskan dukungan kami yang tak tergoyahkan untuk Teheran dan solidaritas terhadap Iran. Rusia telah dan akan tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi Republik Islam," kata Putin dalam pesan telegram yang disampaikan melalui Kremlin, Senin (9/3/2026).

Selain menyampaikan dukungan politik, Putin juga menilai jabatan baru Mojtaba Khamenei akan menghadirkan tantangan besar bagi Iran, terutama ketika negara itu sedang menghadapi tekanan militer dari luar.

"Sekarang, ketika Iran menghadapi agresi bersenjata, tidak diragukan lagi tugas Anda di jabatan tinggi ini akan membutuhkan keberanian dan dedikasi yang tinggi," ujarnya.

Putin juga menyatakan keyakinannya bahwa Mojtaba akan mampu melanjutkan kepemimpinan ayahnya serta menjaga persatuan nasional Iran di tengah situasi sulit.

Mojtaba Khamenei tercatat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran ketiga dalam sejarah Republik Islam. Pendahulunya, Ali Khamenei, memimpin Iran selama 37 tahun sebelum meninggal dunia pada 28 Februari lalu di usia 86 tahun.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai langkah penting untuk memperkuat persatuan nasional Iran di tengah tekanan eksternal yang meningkat.

Topik Menarik