Pramono Tegaskan Jakarta Terbuka bagi Pendatang Baru usai Lebaran, Tak Ada Screening
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Jakarta terbuka bagi pendatang baru usai Lebaran 2026. Dia memastikan tidak akan ada screening yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap para pendatang baru.
"Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun sehingga saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan yustisi atau pun screening untuk itu," ujar Pramono di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, ruang bekerja di Jakarta juga terbuka. Akan tetapi, dia mengingatkan para pencari kerja untuk berhati-hati atas potensi penipuan di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu.
"Ruang untuk bekerja di Jakarta juga terbuka, tetapi memang dalam kondisi dunia yang seperti ini ketika terjadi perang di mana-mana, Ukraina-Rusia, sekarang di Timur Tengah ada apa, Israel dengan Amerika dan juga dengan Iran, menurut saya kita harus perlu kehati-hatian," tuturnya.
Dia menambahkan, Jakarta telah bersiap menghadapi Lebaran 2026. Dia memastikan stok pangan mencukupi.
"Dalam rangka menyambut bulan Ramadan dan juga Idulfitri, Jakarta sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari, terutama berkaitan kebutuhan utama di bulan Ramadan dan Idulfitri ini, seperti beras, daging, cabe merah, cabe keriting, dan sebagainya," jelasnya.
Di sisi lain, Pramono melarang mobil dinas Pemprov DKI Jakarta digunakan untuk mudik. Dia bakal menjatuhkan sanksi berat kepada pejabat Pemprov Jakarta yang kedapatan melanggar.
"Berkaitan mobil dinas untuk mudik, saya tidak izinkan. Siapa pun yang melakukan pelanggaran terhadap itu akan dikenakan sanksi berat. Jadi untuk mobil dinas bagi para pejabat DKI Jakarta sama sekali tidak diizinkan," ujar Pramono.









