Buntut Bentrok Suporter Persijap vs Persis Solo, Belasan Orang Diamankan
JEPARA, iNews.id – Pertandingan lanjutan Liga 1 antara Persijap Jepara vs Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, berakhir ricuh, Kamis (5/3/2026) malam. Laga yang berakhir imbang tanpa gol itu diwarnai bentrokan antarkedua kubu suporter yang dipicu aksi saling ejek.
Kericuhan mulai pecah menjelang peluit panjang dibunyikan. Ketegangan terjadi saat suporter Persis Solo yang berada di tribun barat terlibat aksi saling lempar botol air mineral dengan suporter Persijap di tribun selatan. Situasi semakin memanas setelah oknum suporter tim tamu melepaskan petasan ke arah pendukung tuan rumah.
Tak hanya saling lempar, kerusuhan di dalam area stadion juga mengakibatkan sejumlah bangku tribun mengalami kerusakan akibat ulah oknum suporter. Aparat keamanan dari TNI dan Polri pun bekerja keras melerai kedua massa sejak di dalam lapangan.
Namun, bentrokan ternyata tidak berhenti di situ. Keributan justru berlanjut hingga ke luar stadion. Suporter Persis Solo yang kalah jumlah bergegas menuju terminal bus untuk mengamankan diri ke kendaraan mereka. Di sisi lain, massa suporter Persijap yang tersulut emosi melakukan perusakan terhadap fasilitas umum dan menyasar sejumlah kendaraan roda empat milik suporter Persis Solo di area terminal.
Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto mengatakan, bentrokan ini dipicu oleh tindakan provokatif dari kedua belah pihak selama pertandingan berlangsung.
"Bentrokan suporter Persijap dan Persis dipicu adanya saling ejek dan gerakan-gerakan provokatif," ujar AKBP Hadi Kristanto, Jumat (6/3/2026) dini hari.
Guna menghindari bentrokan susulan yang lebih luas, aparat kepolisian melakukan penjagaan ketat. Rombongan suporter Persis Solo baru bisa meninggalkan wilayah Jepara pada pukul 02.00 WIB dengan pengawalan ketat petugas hingga perbatasan.
Pihak kepolisian bertindak tegas dengan mengamankan belasan orang yang diduga terlibat dalam aksi perusakan tersebut. Saat ini, para oknum suporter masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Jepara untuk proses hukum lebih lanjut.










