Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Rentan Kedaulatan jika Ada Perang Panjang, Apa Itu?
JAKARTA, iNews.id - Pakar Ekonomi Politik, Ichsanuddin Noorsy menyebut Indonesia rentan kedaulatan di tengah tensi geopolitik yang tinggi imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Tidak hanya itu, perang di Timur Tengah itu berpotensi menjadi perang panjang.
Ichsanuddin menuturkan, hal ini berdampak negatif kepada Indonesia karena rentan kedaulatan. Dia merinci kerentanan tersebut di antaranya durasi perang militer Indonesia rendah, keamanan energi rendah, hingga penurunan nilai tukar yang tinggi.
"Kalau Anda lihat ketahanan militer kita punya durasi perang yang rendah. Kalau kita lihat durasi keamanan energi, kita seperti yang dikatakan Bahlil cuma 20 hari, pangan rendah, Anda tahu berapa kejatuhan nilai tukar dari tahun 1961 sampai sekarang? Sudah ribuan persen," ujar Ichsanuddin dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Perang Besar, Bagaimana Indonesia?' disiarkan di iNews, Selasa (3/3/2026).
Dia menyebut, secara fundamental masyarakat Indonesia tidak berdaya dalam persoalan ekonomi karena fundamental tertekan terus-terusan.
Ditanya soal Perpanjangan Kontrak di Persija Jakarta, Mauricio Souza: Belum Ada Komunikasi
"Apa dampaknya? Karena anda punya utang, anda punya ketergantungan impor, maka secara struktural fungsional anda keteken, dari sana anda tidak pernah mampu membiayai kesehatan, pendidikan, ruang fiskal yang sempit, contoh kemarin tekanan MSCI, kredit rating, tekanan pajak, anda tidak bisa bikin apa-apa," katanya.
Dia pun menyebut jika perang panjang AS-Israel dengan Iran terjadi, Indonesia harus segera mungkin mengkonversi kebutuhan energi domestik.
Namun, menurutnya, Indonesia saat ini hanya bisa memenuhi kebutuhan energi untuk bahan bakar diesel, solar, karena Indonesia memiliki banyak suplai minyak sawit.
"Bisa ga Indonesia segera mungkin mengkonversi kebutuhan energi ke domestik? Kalau solar bisa, karena kita produsen terbesar minyak sawit. Yang tidak bisa kita lakukan adalah minyak olahan seperti RON 98, RON 92," ucapnya.










