Tolak Nyanyikan Lagu Kebangsaan, Timnas Putri Iran Lakukan Protes Diam di Piala Asia Wanita 2026

Tolak Nyanyikan Lagu Kebangsaan, Timnas Putri Iran Lakukan Protes Diam di Piala Asia Wanita 2026

Olahraga | inews | Selasa, 3 Maret 2026 - 17:36
share

GOLD COAST, iNews.id - Timnas Putri Iran melakukan protes diam saat lagu kebangsaan diputar pada laga pembuka Piala Asia Wanita 2026 dengan tidak satu pun pemain menyanyikannya.

Momen tersebut terjadi di Cbus Super Stadium, Gold Coast, menjelang pertandingan melawan Timnas Putri Korea Selatan. Saat lagu kebangsaan Iran berkumandang melalui pengeras suara, para pemain berdiri dalam barisan seperti biasa, menatap lurus ke depan dan hampir tidak bergerak.

Tidak ada pemain maupun pelatih kepala Marziyeh Jafari yang ikut bernyanyi. Aksi sunyi itu muncul setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat.

Isu tersebut sempat mencuat dalam sesi konferensi pers pada Minggu. Kapten Iran Zahra Ghanbari, didampingi Jafari, mendapat pertanyaan dari media terkait kematian Khamenei.

Jafari menjawab dalam bahasa Farsi, namun responsnya dihentikan perwakilan media AFC tanpa diterjemahkan, seperti dilaporkan ESPN.

"Oke, saya rasa itu saja jawaban untuk pertanyaan Anda. Terima kasih telah bertanya. Mari kita fokus pada permainannya saja," ujarnya.

Korea Selatan Menang, Iran Tetap Dapat Apresiasi

Di atas lapangan, pertandingan berakhir untuk kemenangan Timnas Putri Korea Selatan. Gol Choe Yu-ri pada babak pertama dilanjutkan tambahan gol Kim Hye-ri dan Ko Yoo-jin selepas jeda memastikan hasil positif bagi Korea Selatan.

Meski kalah, Jafari tetap mengapresiasi perjuangan timnya yang tampil di putaran final untuk kedua kalinya. Iran menghadapi salah satu kekuatan besar Asia yang sudah 14 kali tampil di turnamen ini dan empat kali lolos ke Piala Dunia Wanita FIFA.

“Kami tahu bahwa kami akan menghadapi pertandingan yang sulit karena Korea adalah salah satu tim terkuat di Asia,” ujarnya.

“Mereka bermain sangat baik, jadi saya mengucapkan selamat kepada mereka dan saya berharap kami bisa kembali ke kompetisi dengan lebih kuat," tuturnya.

“Kami memiliki strategi untuk babak kedua, dan kami memberikan tekanan; kami bertransisi dari taktik bertahan ke menyerang. Kami melakukan kesalahan individu untuk penalti, dan juga gol dari situasi bola mati terjadi karena kesalahan salah satu pemain kami. Tetapi saya pikir performa tim sangat baik," ucapnya.

Hasil ini menempatkan Iran dalam situasi menantang di fase grup. Namun, fokus tim kini tertuju pada laga berikutnya untuk menjaga peluang tetap hidup di Piala Asia Wanita.

Topik Menarik