Andhika Sudarman Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual, Ini Klarifikasinya!
JAKARTA, iNews.id - Figur publik Andhika Sudarman akhirnya angkat bicara usai namanya viral di media sosial terkait dugaan pelecehan seksual. Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, dia secara tegas membantah seluruh tuduhan yang mengarah kepadanya.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah pihak mengaku mengalami perlakuan yang diduga mengarah pada pelecehan seksual. Kesaksian tersebut ramai diperbincangkan publik dan memicu sorotan luas, termasuk terhadap program SejutaCita Future Leaders (SFL) yang selama ini dikelola Andhika Sudarman.
Menanggapi hal itu, Andhika memastikan dia tidak akan menghindar dari persoalan yang sedang bergulir. Dia memastikan juga tidak akan kabur dari perkara ini.
"Dengan kerendahan hati, saya menyampaikan bahwa saya di sini, saya tidak ke mana-mana, dan saya tidak akan ke mana-mana," tegasnya dalam pernyataan yang dikutip Senin (2/3/2026).
Lantas, seperti apa klarifikasi Andhika Sudarman membantah tuduhan pelecehan seksual? Simak berita selengkapnya hanya di artikel ini.
Andhika Sudarman Bantah Lakukan Pelecehan Seksual
Dalam klarifikasinya, Andhika menyampaikan permohonan maaf kepada peserta, alumni, orang tua, rekan kerja, hingga masyarakat yang merasa tidak nyaman atas situasi yang berkembang sejak akhir Februari 2026. Meski demikian, dia menegaskan tidak pernah melakukan tindakan pelecehan seksual seperti yang dituduhkan.
"Namun, secara tegas saya menyatakan tidak pernah melakukan, ataupun berniat melakukan pelecehan seksual terhadap siapa pun, apalagi terhadap anak di bawah umur," ujarnya.
Dia mengakui bahwa gaya komunikasi dan interaksinya dalam lingkungan profesional, khususnya yang melibatkan anak muda, bisa saja menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian orang. Menurut dia, pengalaman ini menjadi refleksi penting agar batasan interaksi dijaga lebih jelas ke depan.
"Saya memahami setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda. Perasaan setiap individu adalah valid terlepas dari intensi yang dimiliki pihak lainnya," katanya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Andhika juga membuka ruang komunikasi bagi siapa pun yang ingin menyampaikan pengalaman atau klarifikasi secara langsung. Dia bahkan mengundang institusi pihak ketiga yang independen dan kredibel untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh tuduhan yang beredar.
"Saya berharap proses ini dapat memberikan kejelasan bagi semua pihak," ucapnya.
Tak hanya itu, Andhika menyampaikan bahwa efektif mulai hari ini, Senin 2 Maret 2026, pengelolaan program SFL akan dipimpin oleh Geraldine Abigail. Langkah tersebut diambil untuk menjaga objektivitas serta memastikan tata kelola program berjalan profesional di tengah polemik yang terjadi.
Di akhir pernyataannya, Andhika Sudarman menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan. Dia menyadari kepercayaan publik tidak bisa dipulihkan dalam waktu singkat, namun berjanji akan mendukung perbaikan agar ke depan program yang dijalankan dapat memberikan pengalaman yang lebih aman dan profesional bagi seluruh peserta.
"Kepada siapa pun yang merasa tidak mendapatkan lingkungan kerja yang profesional dan sehat, saya menyampaikan permohonan maaf dan akan memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi," kata Andhika Sudarman.









