Perang AS-Israel vs Iran Picu Kekacauan di Timur Tengah, 8 Negara Tutup Wilayah Udara
DOHA, iNews.id - Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta aksi balasan Teheran memicu kekacauan di kawasan Timur Tengah. Dampaknya, sebagian besar wilayah udara regional ditutup.
Sedikitnya delapan negara menutup wilayah udaranya saat konflik meletus pada Sabtu (28/2/2026), yakni Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait dan Uni Emirat Arab. Suriah juga menutup sebagian wilayah udara di selatan sepanjang perbatasannya dengan Israel selama 12 jam.
Penutupan ini terjadi setelah AS bersama Israel menyerang negeri Persia tersebut.
Tak lama kemudian, Iran melancarkan serangan balasan ke Israel serta ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS, termasuk Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab dan Bahrain.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Al Jazeera bahwa seluruh aset dan kepentingan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah kini menjadi target yang sah.
Eskalasi konflik ini berdampak luas pada industri penerbangan global. Sejumlah maskapai membatalkan atau mengalihkan penerbangan dari dan menuju Timur Tengah.
Kementerian Transportasi Rusia menyatakan, maskapai Rusia menangguhkan penerbangan ke Iran dan Israel. Air India juga mengumumkan sementara waktu akan menghindari seluruh wilayah Timur Tengah.
Maskapai lain yang menghentikan penerbangan ke destinasi di kawasan tersebut antara lain Lufthansa, Air France, Iberia, Wizz Air, Turkish Airlines, Qatar Airways, Virgin Atlantic, KLM, British Airways, Aegean Airlines, Indigo, Japan Airlines dan Scandinavian Airlines.










