Pameran Kendaraan Komersial Giicomvec 2026 Pindah Lokasi, Bidik 11.000 Pengunjung
JAKARTA, iNews.id – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kembali menggelar pameran business-to-business kendaraan komersial, Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle (Giicomvec) 2026. Pada penyelenggaraan tahun ini, Giicomvec 2026 berpindah lokasi ke area lebih luas di Hall B Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada 8-11 April 2026.
Pemindahan lokasi dilakukan untuk mengakomodasi antusiasme industri yang terus meningkat. Selain itu, area Hall B dinilai mampu memberikan aksesibilitas lebih baik bagi pelaku usaha dalam mengeksplorasi solusi transportasi modern.
Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, mengatakan, Giicomvec 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan produksi dan ekspor kendaraan komersial nasional. Dia menilai pameran ini dirancang sebagai jembatan strategis antara industri dan calon pembeli potensial.
"Sebagai pameran yang fokus pada pertemuan bisnis, Giicomvec dirancang untuk menjadi jembatan yang mempertemukan industri otomotif nasional dengan para calon pembeli potensial, baik dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran pembeli internasional di pameran ini diharapkan dapat membuka jalan yang lebih luas bagi produk kendaraan niaga Indonesia untuk dikenal dan digunakan di lebih banyak negara," ujarnya dalam press conference di Jakarta, Senin (23/2/2026).
"Dengan memperluas jaringan pasar melalui pameran ini, angka ekspor tersebut dapat terus bertambah dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap capaian industri kendaraan bermotor Indonesia," katanya.
Giicomvec 2026 akan menghadirkan berbagai merek, antara lain Daihatsu, DFSK, Foton, Hino, Isuzu, JAC Motor, Mitsubishi Fuso, Suzuki, Toyota, hingga Wuling. Selain itu, beberapa merek baru siap memamerkan inovasi terbarunya di sektor kendaraan niaga.
Kinerja Ekspor
Di tengah tantangan industri otomotif nasional, kinerja ekspor justru mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Sepanjang 2025, total ekspor kendaraan utuh (CBU) mencapai 518.212 unit ke 93 negara, meningkat 9,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 472.194 unit.
Sektor kendaraan komersial menyumbang hampir 4 persen dari total ekspor tersebut atau sebesar 20.326 unit. Capaian ini mempertegas posisi kendaraan niaga Indonesia sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan industri otomotif nasional.
"Pencapaian ekspor yang mencetak rekor di tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa kualitas produksi otomotif Indonesia telah diakui secara global. Peningkatan volume produksi sangat krusial untuk memastikan industri kendaraan Indonesia memiliki basis pasokan yang kuat untuk memenuhi permintaan global yang terus tumbuh, sekaligus memperkokoh posisi kita dalam rantai pasok otomotif dunia," ujar Putu.
Saat ini, produksi mobil nasional berada di kisaran 1,2 juta unit pada 2025 dan diprediksi terus berkembang. Gaikindo optimistis penyerapan produksi dapat memaksimalkan kapasitas industri otomotif nasional yang mencapai 2,59 juta unit per tahun.
Target 11.000 Trade Visitors
Giicomvec 2026 akan menempati total area lebih dari 16.000 meter persegi. Tahun ini juga akan hadir area khusus China Pavilion yang menampilkan inovasi terbaru dari peserta asal Tiongkok, serta partisipasi industri karoseri dan pendukung lainnya.
Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty, mengatakan Giicomvec dirancang untuk membantu pelaku bisnis menemukan armada yang sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap sektor industri.
“Kami ingin Giicomvec menjadi solusi yang tepat di mana para trade visitor bisa mendapatkan segala kebutuhan bisnisnya dalam satu waktu. Mulai dari melihat teknologi sasis terbaru, menyesuaikan desain karoseri, hingga mengeksplorasi beragam inovasi dari industri pendukung otomotif, semuanya tersedia lengkap sepanjang pameran,” ujarnya.
Pameran keempat ini menargetkan lebih dari 11.000 trade visitors dari berbagai sektor, mulai dari transportasi dan logistik hingga energi, pertambangan, konstruksi, ritel, kesehatan, serta instansi pemerintah. Berbagai asosiasi seperti Askarindo, ARPI, Aptrindo, ISCEA, Kamselindo, dan Asperindo juga akan turut meramaikan pameran dengan membawa anggotanya.
Anton menyebutkan, selain pameran, Giicomvec 2026 menghadirkan Daily Seminar serta Demo Area Truck & Bus yang memungkinkan pengunjung mencoba langsung teknologi kendaraan komersial. Pameran ini tidak memberlakukan tiket masuk dan terbuka bagi pelaku industri yang mendaftar sebagai trade visitors melalui situs resmi, dengan jadwal khusus bisnis pada 8–10 April 2026 dan terbuka untuk publik pada 11 April 2026.
"Untuk peserta pameran kemungkinan jumlahnya akan bertambah, karena sebagain masih dalam proses keikutsertaan," katanya




