Kapan Puasa Ramadhan 2026 Menurut NU? Begini Perhitungan Lembaga Falakiyah PBNU

Kapan Puasa Ramadhan 2026 Menurut NU? Begini Perhitungan Lembaga Falakiyah PBNU

Gaya Hidup | inews | Selasa, 17 Februari 2026 - 16:59
share

JAKARTA, iNews.id – Kapan puasa Ramadhan menurut NU (Nahdlatul Ulama) sudah dinantikan warga Nahdliyyin. Hingga saat ini, PBNU belum menetapkan secara resmi 1 Ramadhan 2026 / 1447 H dimulai. PBNU Bersama ormas lainnya masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar Kementerian Agama (Kemenag) hari ini, Selasa (17/2/2026).  

Sekretaris LFNU Jakarta Ikhwanudin mengatakan, penetapan awal bulan Hijriah berpedoman pada rukyatul hilal, bukan rukyatul kusuf. Dasar penetapan awal bulan Hijriah adalah terlihatnya hilal setelah matahari terbenam pada tanggal 29 Hijriah. Jika hilal tidak terukyat, maka dilakukan istikmal, bukan berdasarkan rukyatul kusuf.

"Dasar penetapan awal bulan Hijriah adalah terlihatnya hilal setelah matahari terbenam pada tanggal 29 Hijriah. Jika hilal tidak terukyat, maka dilakukan istikmal, bukan berdasarkan rukyatul kusuf. Gerhana hanya merupakan indikator," ujarnya melalui keterangannya, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, melaksanakan rukyatul hilal merupakan fardlu kifayah pada saat matahari terbenam tanggal 29 Hijriah, khususnya bulan Syakban dan Ramadhan guna menentukan awal puasa dan hari berbuka (Idulfitri). Mayoritas imam mazhab berpendapat rukyat menjelang Ramadhan dan Syawal berstatus fardlu kifayah, berbeda dengan Mazhab Hanbali yang menilainya sunnah. 

Kapan Puasa Ramadhan 2026 Menurut NU

Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) akan menggelar rukyatul hilal penentuan awal Ramadhan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026 M. 

Berdasarkan hasil perhitungan untuk Kota Jakarta, konjungsi akhir bulan Syakban 1447 H terjadi pada Selasa Kliwon, 17 Februari 2026, pukul 19.02 WIB.

Perhitungan dilakukan pada koordinat 06°09'32'' LS dan 106°42'56'' BT dengan elevasi 20 mdpl. Saat matahari terbenam pukul 18.16 WIB di azimut 258°, tinggi bulan toposentris tercatat -0,9° dengan elongasi geosentris 1°, azimut bulan 257°, dan iluminasi 0. Bulan telah lebih dahulu terbenam pada pukul 18.12 WIB, atau empat menit sebelum matahari terbenam.

"Dengan parameter tersebut, kondisi hilal tergolong istihalaturru'yah, yakni keadaan ketika hilal mustahil terlihat, sehingga berpotensi istikmal, kita tunggu hasil isbat pemerintah," katanya.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa NU akan mulai puasa Ramadhan 1447 H pada hari Kamis, 19 Februari 2026.

Topik Menarik