Usai Teror Penembakan KKB, 9 Guru dan Perawat di Koroway Dievakuasi ke Sentani
JAYAPURA, iNews.id - Sebanyak sembilan tenaga pengajar atau guru dan tenaga medis dari Distrik Koroway, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, tiba di Bandar Udara Internasional Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (12/2/2026). Kedatangan mereka merupakan langkah pengamanan diri pascateror penembakan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra menjelaskan, rombongan diberangkatkan dari Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel. Mereka menggunakan Pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) jenis Codiak PK-MEF.
Pesawat tersebut dipiloti Capt Thomas Allen Bolser dan mendarat di landasan milik PT MAF pada pukul 15.29 WIT. Proses kedatangan berlangsung hingga pukul 16.42 WIT dalam situasi aman dan terkendali.
"Evakuasi dilakukan setelah terjadi aksi penembakan oleh KKB pada Rabu kemarin. Dalam insiden tersebut, pilot dan co-pilot meninggal dunia," ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Sembilan orang yang tiba di Sentani terdiri atas enam tenaga pengajar dan tiga tenaga medis. Mereka yakni Aan Suek, Risa, Ema, Monik, Yonar, Nonik serta tiga perawat yakni Suster Grace, Rifal dan Anton.
Setibanya di Sentani, rombongan disambut Koordinator Wilayah Papua Sekolah Lentera Harapan, Fred Samuel Koirewoa. Turut hadir Kepala Sekolah SD Lentera Harapan Distrik Danowage Kabupaten Boven Digoel, Harun Djouwni.
Setelah proses penyambutan, rombongan diarahkan menuju ruang rapat Kantor PT MAF untuk beristirahat sejenak. Selanjutnya, mereka menuju penginapan di kawasan Jalan Pasir, Sentani.
Kapolres memastikan seluruh rangkaian kegiatan kedatangan berjalan lancar. Situasi keamanan selama proses evakuasi dan penyambutan tetap aman serta kondusif.
Langkah pemindahan sementara ini dilakukan demi keselamatan tenaga pengajar dan medis yang bertugas di wilayah Distrik Koroway. Aparat keamanan masih terus melakukan pengamanan pasca insiden penembakan oleh KKB tersebut.










