Tottenham Hotspur Pecat Thomas Frank usai Kalah 1-2 dari Newcastle
LONDON, iNews.id - Tottenham Hotspur resmi memecat Thomas Frank setelah kalah 1-2 dari Newcastle United dan terpuruk di posisi ke-16 klasemen Liga Inggris 2025-2026. Keputusan ini diumumkan pada Rabu pagi, mengakhiri masa kerja pelatih asal Denmark itu yang baru berjalan delapan bulan.
Kekalahan dari Newcastle terjadi di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB. Malick Thiaw dan Jacob Ramsey mencetak gol untuk tim tamu, sementara Archie Gray sempat menyamakan kedudukan.
Hasil tersebut membuat Spurs hanya terpaut lima poin dari zona degradasi. Posisi ini memicu tekanan besar terhadap manajemen dan staf pelatih.
Thomas Frank meninggalkan klub saat Tottenham tanpa kemenangan dalam delapan laga liga beruntun. Dalam 17 pertandingan terakhir Liga Inggris, Spurs hanya meraih dua kemenangan.
Catatan itu memperlihatkan penurunan performa signifikan. Tottenham kesulitan menjaga konsistensi sejak awal musim.
Frank ditunjuk pada musim panas lalu setelah mengakhiri tujuh tahun masa kerja di Brentford. Dia membawa Brentford promosi ke Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Namun di Tottenham, situasi berjalan berbeda. Pendahulunya, Ange Postecoglou, sebelumnya dipecat meski sempat membawa Spurs ke Liga Europa dan mengakhiri musim Liga Inggris di posisi ke-17.
Rekor Buruk di Kandang Jadi Sorotan
Di bawah Thomas Frank, Tottenham hanya mencatat 13 kemenangan dari 38 pertandingan di semua kompetisi. Statistik tersebut tidak cukup untuk mendongkrak posisi klub di papan klasemen.
Performa kandang menjadi perhatian utama. Spurs hanya menang dua kali dari 13 laga Liga Inggris di Tottenham Hotspur Stadium.
Catatan itu termasuk yang terburuk musim ini. Hanya Wolverhampton Wanderers yang berada di posisi ke-20 memiliki jumlah kemenangan kandang lebih sedikit.
Manajemen Tottenham menyampaikan terima kasih atas kontribusi Thomas Frank. Klub menyebut apresiasi atas upayanya membawa tim melangkah maju.
Namun hingga pengumuman resmi tersebut dirilis, belum ada kejelasan siapa yang akan menangani tim saat menghadapi Arsenal dalam derby London Utara akhir bulan ini.
Situasi ini menempatkan Tottenham dalam fase krusial. Pergantian pelatih di tengah musim menjadi langkah penting untuk menghindari ancaman degradasi dan memperbaiki posisi di Liga Inggris.










