Diam-Diam AS Terus Kirim Jet Tempur ke Timur Tengah, bakal Tambah 1 Kapal Induk Lagi

Diam-Diam AS Terus Kirim Jet Tempur ke Timur Tengah, bakal Tambah 1 Kapal Induk Lagi

Global | inews | Rabu, 11 Februari 2026 - 08:02
share

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) diam-diam terus memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah di tengah meningkatnya ancaman Presiden Donald Trump terhadap Iran. Di balik pernyataan keras Trump, militer AS dilaporkan telah mengirim tambahan jet tempur siluman serta mempertimbangkan pengerahan satu kapal induk lagi ke kawasan tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump secara terbuka mengancam Iran agar segera mencapai kesepakatan dengan Washington. Jika tidak, AS siap mengambil langkah militer yang disebutnya sebagai “sesuatu yang sangat keras”.

“Entah kita mencapai kesepakatan, atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat keras,” kata Trump, dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel, Channel 12.

Namun, di balik ancaman verbal tersebut, AS disebut telah melakukan manuver militer secara senyap. Channel 12 dan portal berita Axios melaporkan, Trump tengah mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah, menyusul gugus tempur yang saat ini dipimpin USS Abraham Lincoln.

Tak hanya itu, militer AS juga dilaporkan mengirim enam unit jet tempur siluman F-35A Lightning II lebih dekat ke kawasan konflik. Pesawat-pesawat tersebut mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Lakenheath, sebelum kemungkinan dikerahkan lebih lanjut ke Timur Tengah.

Menurut laporan Air & Space Forces Magazine, keenam F-35A itu bergabung dengan pesawat tanker Boeing KC-135 Stratotanker milik Angkatan Udara AS, mengindikasikan kesiapan operasi jarak jauh dan misi tempur berkelanjutan.

Peningkatan kekuatan militer ini memicu kekhawatiran bahwa serangan terhadap Iran bukan lagi sekadar ancaman. Otoritas perhubungan AS bahkan telah mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal komersial berbendera AS agar menjauhi perairan teritorial Iran.

Sejak Januari, Trump secara konsisten meningkatkan tekanan terhadap Teheran, menegaskan militernya berada dalam kondisi siap siaga penuh. 

Sementara itu, Iran menanggapi ancaman tersebut dengan sikap menantang. Sejumlah pejabat Teheran menegaskan negaranya tidak gentar menghadapi tekanan AS dan siap menghadapi perang terbuka jika diserang.

Topik Menarik