Pria Australia Lecehkan Ratusan Anak di 15 Negara via Online, Bikin Banyak Akun Palsu
SYDNEY, iNews.id - Kasus kejahatan seksual yang menjerat pria Australia Ethan Burns-Dederer (27) menjadi alarm keras akan ancaman nyata yang mengintai anak-anak di dunia maya. Perkara ini menyingkap bagaimana ruang digital, yang seharusnya aman dan edukatif, justru dimanfaatkan predator seksual untuk menjebak korban lintas negara.
Kepolisian Queensland mendakwa Ethan dengan 596 tuduhan kejahatan seksual setelah menemukan lebih dari 23.000 video dan foto dugaan pelecehan anak di perangkat elektroniknya. Korbannya bukan hanya dari Australia, tetapi tersebar di sedikitnya 15 negara.
Penyelidikan mengungkap, pelaku memanfaatkan aplikasi pesan, media sosial, hingga platform game online populer untuk mendekati anak-anak.
Dengan menggunakan berbagai profil palsu, baik sebagai laki-laki maupun perempuan, Ethan diduga membujuk, memaksa, bahkan mengancam korban agar mengirimkan materi seksual.
Mayoritas korban berusia antara 7 hingga 15 tahun, kelompok usia yang dinilai paling rentan terhadap manipulasi di ruang digital. Polisi menyebut kejahatan ini berlangsung dalam rentang waktu panjang, dari 2018 hingga 2025, tanpa disadari oleh banyak pihak.
Pejabat Kepolisian Queensland Denzil Clark mengatakan, kasus ini mencerminkan tren mengkhawatirkan meningkatnya kejahatan seksual terhadap anak berbasis online.
“Kami melihat peningkatan prevalensi anak-anak yang dirayu, dipaksa, atau diancam untuk mengambil dan mengirim gambar seksual mereka, sering kali melalui aplikasi, game, dan situs media sosial populer. Trauma yang ditimbulkan pada anak sangat signifikan,” ujar Clark, dikutip Jumat (6/2/2026).
Hingga saat ini, sebanyak 360 korban telah berhasil diidentifikasi. Lebih dari 200 di antaranya merupakan warga Australia, sementara sisanya berasal dari luar negeri, terutama negara-negara berbahasa Inggris. Proses identifikasi korban lainnya masih berlangsung dan diperkirakan memakan waktu panjang karena besarnya volume bukti digital.
Kepolisian Australia kini bekerja sama dengan mitra internasional untuk menelusuri korban yang belum teridentifikasi serta memastikan mereka mendapatkan bantuan psikologis dan perlindungan yang memadai.
Kasus Ethan Burns-Dederer menjadi peringatan keras bagi orang tua, pendidik, dan pemerintah tentang bahaya laten dunia maya bagi anak-anak. Di tengah pesatnya penggunaan media sosial dan game online, pengawasan, literasi digital, dan kesadaran akan keamanan siber menjadi kunci untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam jebakan predator online.










