Futsal Indonesia Tiru Jepang: KFI Siapkan Langkah Nyata dari Inter-Liga
JAKARTA, iNews.id – Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) menyiapkan langkah besar dengan melirik Jepang sebagai acuan utama demi meningkatkan kualitas liga futsal nasional. Upaya tersebut mencakup rencana inter-liga hingga studi banding langsung ke Negeri Sakura.
Direktur Utama KFI Rorian Pratyaksa menyampaikan rencana itu usai pertemuan strategis bersama Ketua Federasi Futsal Indonesia Michael Victor Sianipar dan Chairman F.League Jepang Daisuke Matsui. Pertemuan berlangsung di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Rorian menilai pertemuan tersebut membuka banyak perspektif baru. KFI kini memiliki gambaran menyeluruh terkait pengelolaan kompetisi futsal profesional yang sudah matang.
Menurut Rorian, pembahasan tidak berhenti pada konsep umum. KFI langsung merumuskan langkah konkret untuk diterapkan dalam waktu dekat.
“Jadi, kami punya langkah-langkah konkrit, tadi ada beberapa langkah yang sudah kita ringkaskan. Salah satunya yang utama mungkin tadi pertukaran pemain ya, yang cukup konkrit. Lalu juga yang ingin tingkatkan juga standar permainan,” kata Rorian Pratyaksa.
Rorian menyebut peningkatan standar permainan menjadi fokus utama. Salah satu opsi paling realistis dinilai melalui pertemuan kompetitif antarklub lintas negara.
“Ya, standar permainan mungkin cara yang paling efektif tadi adanya inter-liga antara klub-klub Pro Futsal League yang papan atas dengan klub-klub dari Liga Jepang, dari F-League,” katanya.
Inter-Liga Jadi Target Jangka Pendek
Rorian mengungkapkan inter-liga antara klub Indonesia dan Jepang tengah diupayakan agar bisa segera terlaksana. KFI menilai pengalaman internasional sangat dibutuhkan klub futsal nasional.
“Nah, ini juga kita akan segera agendakan, mudah-mudahan bisa terlaksana dalam jangka waktu dekat. Itu mungkin tambahan dari saya seperti itu,” ujar Rorian.
Selain inter-liga, KFI juga membuka peluang besar melakukan studi banding ke Jepang. Langkah tersebut bertujuan menyerap sistem pengelolaan kompetisi yang sudah terbukti berjalan konsisten.
Rorian menegaskan studi banding bukan sekadar kunjungan seremonial. KFI ingin mempelajari detail teknis pengelolaan liga secara menyeluruh.
Hasil Lazio vs Napoli di Liga Italia: Diwarnai Tiga Kartu Merah, Partenopei Bawa Pulang Kemenangan
“Studi banding menjadi hal yang pasti dipertimbangkan, yang pasti akan kita menggali bagaimana caranya kami bisa meningkatkan tadi dari sisi standar official, standar permainan, standar fasilitas, dan juga mudah-mudahan secara besarannya kompetisinya jadi lebih baik gitu,” katanya.
KFI berharap langkah-langkah ini mampu membawa kompetisi futsal Indonesia ke level yang lebih kompetitif. Target jangka panjangnya adalah menciptakan liga yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan.










