Hampir 500.000 Tentara Rusia-Ukraina Tewas selama Perang, Mana Paling Banyak?

Hampir 500.000 Tentara Rusia-Ukraina Tewas selama Perang, Mana Paling Banyak?

Terkini | inews | Jum'at, 30 Januari 2026 - 06:03
share

WASHINGTON, iNews.id - Invasi Rusia ke Ukraina sejak 2022 berdampak pada hampir 2 juta personel militer dari kedua pihak, demikian data lembaga think tank Amerika Serikat (AS), Center for Strategic and International Studies (CSIS), yang dirilis Selasa (27/1/2026).

Angka korban yang dihitung sejak pecahnya perang pada Februari 2022 hingga Desember 2025 tersebut termasuk tentara yang tewas, hilang, luka, maupun luka.

CSIS menyebut, Rusia paling banyak kehilangan personel militer yakni 325.000 orang tewas dari perkiraan total 1,2 juta korban sejak menginvasi Ukraina hampir 4 tahun lalu.

“Tidak ada kekuatan besar yang menderita jumlah korban atau kematian sebanyak ini dalam perang apa pun sejak Perang Dunia II,” bunyi pernyataan CSIS, seraya menambahkan kemajuan yang diperoleh Rusia di medan perang sangat lambat.

Kerugian yang diderita Ukraina tak kalah besar, yakni korban mencapai 500.000 hingga 600.000 personel. Sebanyak 100.000 hingga 140.000 di antarnya tewas. 

“Jumlah korban gabungan Rusia dan Ukraina mungkin mencapai 1,8 juta dan bisa mencapai total 2 juta korban pada musim semi 2026,” kata CSIS.

Sebagai perbandingan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Februari 2025 mengatakan, militernya kehilangan hampir 46.000 tentara dan puluhan ribu lainnya hilang atau telah ditawan sejak perang 2022. Angka itu menurut perhitungan pengamat terlalu rendah. 

Sementara itu mitra BBC di Rusia, Mediazona, mengungkap lebih dari 163.000 tentara Rusia tewas selama 4 tahun perang. Namun Mediazone juga menyebutkan jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.

Data itu dikumpulkan dari pengumuman-pengumuman resmi. 

Perang juga menelan korban jiwa dalam jumlah besar di kalangan warga sipil. Lembaga PBB mencatat, Ukraina lebih banyak kehilangan warga sipil pada 2025, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya selama perang, kecuali 2022.

Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mencatat, lebih dari 2.500 warga sipil tewas dan 12.000 lainnya luka pada 2025. Secara total, lebih dari 15.000 kematian warga sipil tewas sejak 2022, namun jumlah pastinya mungkin jauh lebih tinggi.

Topik Menarik