Trump Sebut Iran Ingin Bikin Kesepakatan: Mereka Telepon Berkali-kali!
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Iran meminta dialog untuk mencapai kesepakatan dengan AS, menyusul ancaman serangan terkait dengan demonstrasi anti-pemerintah yang rusuh hingga menewaskan ribuan orang.
Dalam wawancara dengan portal berita Axios, Trump mengatakan Iran mempertimbangkan untuk mencapai kesepakatan dengan AS dan sedang mengupayakan pertemuan.
“Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin bicara,” kata Trump, dikutip Selasa (27/1/2026).
Trump, saat penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian di sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, mengatakan Iran tertarik untuk bernegosiasi dan pemerintahannya siap untuk meladeni.
"Iran memang ingin bicara, dan kita akan berbicara," katanya, saat itu.
Trump pada 22 Januari lalu mengatakan kapal-kapal perang AS sedang bergerak menuju Iran. Dia mengatakan, pengerahan armada tempur ke dekat wilayah Iran untuk berjaga-jaga.
"Anda tahu, kita memiliki banyak kapal menuju ke arah itu (Iran) untuk berjaga-jaga. Kami memiliki armada besar menuju ke arah itu, dan kita akan lihat apa yang terjadi," kata Trump, saat itu.
Trump lalu menyampaikan pernyataan bernada ancaman bahwa sesuatu bisa saja terjadi terhadap Iran.
"Saya lebih suka tidak melihat apa pun terjadi, tapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat," ujarnya.
Ancamannya tersebut terkait dengan demonstrasi rusuh anti-pemerintah yang menelan ribuan korban jiwa. Demonstrasi pecah sejak 28 Desember 2025, memprotes kondisi ekonomi negara itu yang diperparah dengan anjloknya nilai tukar mata uang rial.
Aksi protes yang mulanya diwarnai mogok para pedagang di Pasar Besar Teheran, menyebar dengan cepat ke kota-kota besar disertai kerusuhan.









